in

Fatin Bakalan Juara?

 

wallpaper-fatin-shidqia-lubis-x-factorFatin Shidqiyya adalah magnet baru di dunia hiburan Indonesia. Ia belum lagi berusia 20 tahun, tapi sudah menyingkirkan ribuan orang untuk bisa jadi dua besar di X-Factor Indonesia 2013. Ketika ia lupa lirik dua pekan lalu, ia menangis di panggung. Tiga orang juri memakluminya.

Namun, Bebi Romeo mengatakan bahwa X Factor bukanlah pentas idola cilik yang bisa menerima seorang bintang lupa lirik lagu yang sedang dibawakannya. Namun kemudian ia menyisihkan grup vokal laki-laki—Ahmad Dhani tidak menyebut Nudi sebagai boysband seperti SMASH, dsb!.

Harus diakui bahwa Fatin gape urusan menyanyi. Di usia semuda itu—ia masih SMA lho!—ia bahkan lebih fasih menyanyikan lagu berbahasa Inggris ketimbang Indonesia.

Lantas dengan segala kelebihan Fatin, apa urusannya kita membicarakannya di sini?

Dukungan terhadap Fatin memang mengalir dari berbagai arah. Misalnya saja dari Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) pusat bidang Seni dan Budaya, K.H. A Cholil Ridwan. Dukungan sang kiyai dituliskan lewat surat kepada harian Kompas.

Di surat itu, Cholil mengungkapkan selalu mendukung serta memberi motivasi untuk Fatin tetap menggunakan jilbab ketika kelak menjadi penyanyi hebat.

“Pada suatu saat Fatin akan dihadapkan pilihan, jilbab atau karier. Misalnya akan ada yang membisikkan Fatin dengan kalimat; ‘Kalau mau menang jadi juara I kamu harus copot jilbab!’, atau ‘Kalau mau ikut nyanyi di luar negeri kamu harus copot jilbab’. Bapak pesan jangan sekali-kali kamu jual akidahmu demi karier duniawimu. Dan jauhi pergaulan negatif,” ungkap K.H. A. Cholil Ridwan, dalam isi suratnya, belum lama ini.

Cholil juga menilai, jilbab yang dikenakan Fatin merupakan bagian syiar dan dakwah. Cholil pun tidak ragu mendukung Fatin dengan mengirimkan SMS. “Niatkan untuk dakwah dan syiar jilbab,” ungkapnya.

Sementara sebelumnya, ayahanda Fatin, Baharudin Lubis, sempat menyatakan ketidaksetujuanya jika sang putri membuka jilbab demi karier. Dia juga meminta Fatin konsisten sebagai gadis berhijab.

“Kalau saya sih tidak ridho jika Fatin harus buka jilbab, Fatin harus tetap konsisten,” tandasnya.

Fatin mungkin potret dari generasi muda di sekeliling kita sekarang. Kebisaannya menyanyi tentu tidak diraih dalam satu malam saja. Ada proses latihan kontinyu sepanjang hidup. Sekarang tinggal kita pilih untuk anak-anak kita; mau jadi seorang penghafal Quran ataukah jadi sesuatu yang lain? Jika harapan kita anak kita bisa menghapal Quran, maka patutlah kita merenungkan perkataan dua Quthub—Muhammad dan Sayyib Quthub—berikut ini: “Kemana pun kami pergi di sekitar rumah, hanya murottal yang selalu kami dengar dari ibu kami.” []

What do you think?

Written by

Writer di Rumah Keluarga Indonesia

Jika Muslimah Berdemo; Perhatikan Adab-Adabnya

Indahnya Menjadi Ibu