Fenomena Anak Zaman Sekarang

1

, Fenomena Anak Zaman Sekarang

Oleh: Rennie Nuryanitha

Menilik fenomena yang terjadi di sekitar kita, terutama dunia anak-anak saat ini, sungguh sangat memprihatinkan. Bagaimana tidak, tindak kekerasan yang meningkat, kitedjujuran yang membudaya, perilaku tidak sopan terhadap orang tua maupun guru, tidak adanya rasa tanggung jawab, dan lain sebagainya. Mau tidak mau membuat kita mengurut dada. padahal, generasi muda adalah 100% penentu masa depan suatu bangsa. bagaimana jadinya bangsa ini, jika akhlak dan moral generasi mudanya bobrok?

Di era globalisasi seperti saat ini, teknologi, informasi akan sangat mudah diakses kapan dan dimana saja. Siapa pula anaknya yang tidak difasilitasi HP -misalnya- oleh orang tuanya? Itulah salah satu faktor pendukung bagi menurunnya nilai-nilai moral anak-anak kita, selain fasilitas-fasilitas yang lain.

Dari hasil penelitian, lebih dari 4000 aborsi dilakukan setiap hari oleh anak remaja, 40% pemakai narkoba adalah anak-anak usia 14 – 20 tahun. 6241 anak telah akrab dengan pornografi diantaranya 58% dalam bentuk komik, 26% game, 14% situs porno, 12% film.

Ketahuilah, bahwa anak-anak kita terancam oleh krisis idola dan krisis teladan. Mereka bingung, mereka tidak tahu siapa yang harus diidolakan, siapa yang dapat mereka teladani dalam menapaki kehidupan mereka yang hanya sementara ini? Tak heran semua fenomena tadi lekat pada diri mereka, karena anak adalah peniru yang unggul, siapapun yang mereka senangi pasti akan mereka ikuti.

Ada seorang anak yang sangat mengidolakan Batman, saking senangnya, ia mencoba terbang layaknya seorang Batman. Lalu ia pun naik ke atas atap rumah dan …. wiiing gubrag.

Pada kasus lain, ada seorang remaja, begitu menyenangi sinetron dengan gaya hidup yang tinggi. Akhirnya walaupun ia berasal dari keluarga tidak mampu, tapi dapat bergaya hidup ibarat orang dari kalangan menengah ke atas dengan mengahalalkan segala cara. Na’udzubillah….

Itulah sekelumit kondisi yang sedang mengancam anak-anak kita di luar sana.

Tidak ada jalan lain kecuali membekali anak dengan Islam. Kenalkan dan arah mereka pada tokoh-tokoh yang memang pantas diidolakan dan diteladani. Siapa lagi kalau bukan para Rasul dan Nabi Allah. Mereka jelas bukan tokoh fiktif dan imajinatif belaka, mereka terbukti sebagai orang-orang yang berhasil menegakkan agama Allah, mereka juga adalah orang yang telah dijamin Allah sebagai ahli surga. Alangkah luar biasanya anak-anak kita, andai mereka benar-benar mengidolakan dan meneladani mereka.

Merawat, mendidik, mengarahkan anak, memang bukan pekerjaan yang mudah. Sungguh berat dan amat berat. Tapi, ketahuilah… ada yang lebih berat daripada sekadar merawat, mendidik dan mengarahkan mereka, yaitu mempertanggungjawabkannya di hadapan Allah. Karena anak adalah amanah yang suatu saat pasti akan dimintai pertanggungjawaban atasnya. []

 Artikel Terkait
Anda mungkin juga berminat
1 Komen
  1. widya berkata

    iya, benar, satu lagi, anak yang dr kecil hanya dikenalnya dengan segala jenis kartun princess,
    semua hal tentang princess,, yang membuat anak hanya terobsesi untuk jadi cantik seperti kartun2 itu,,

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.