Gusi dan Gigi Sehat karena Puasa

, Gusi dan Gigi Sehat karena PuasaBanyak orang yang menderita penyakit gigi. Banyak juga yang giginya mengubah kehidupan dengan penderitaan yang berlangsung sepanjang tahun. Bila bulan Ramadhan tiba, bagaimana keadaan mereka yang menderita penyakit gigi dan gusi?

Pada bulan Ramadhan, gigi juga beristirahat sebagai akibat dari istirahat total yang dilakukan oleh tubuh. Pada bulan ini juga, seseorang bisa membiasakan diri untuk menggunakan cara memelihara gigi yang terbaik.

Selain itu, seseorang juga harus membiasakan diri untuk makan dengan cara yang sehat dan baik.

Cara sehat itu berupa tidak memakan semua yang ada dalam jamuan makan, sebagaimana yang biasa dihidangkan pada bulan selain bulan Ramadhan.

Seseorang harus membiasakan dirinya untuk menggunakan siwak. Siwak dapat membersikan segala sesuatu yang terkait dengan gigi dan dapat memperbaharui sirkulasi darah pada gusi sehingga mampu memberikan kekuatan dan vitalitas. Puasa juga dapat mengistirahatkan tulang rahang dari pengaruh aktivitas mengunyah yang sangat melelahkan.

Gusi merupakan organ tubuh yang menutupi akar gigi. Ia juga merupakan sistem penting yang mempunyai ciri tertentu.

Gusi terkadang harus menghadapi berbagai macam penyakit yang menyerangnya. Jika gusi terserang penyakit, maka ia akan mempengaruhi kesehatan mulut dan kesehatan anggota tubuh seseorang pada umumnya. Keberadaan gusi dapat menginformasikan adanya penyakit pada bagian dalam tubuh, baik yang ringan maupun yang berat.

Kita bisa melihat raut muka seseorang yang tampak kesakitan karena terserang penyakit gusi dan gigi. Para pakar kesehatan memperkirakan ada dua sebab utama yang menyebabkan terjadinya radang gusi dan kerapuhan gigi, sebagai berikut:

  1. Mengabaikan dan meninggalkan kebersihan diri, tidak ada perhatian terhadap kebersihan gigi, mengabaikan anjuran pakar untuk menjaga kebersihan gigi setiap waktu, dan mengabaikan sedimen zat kapur yang sangat penting bagi tubuh.
  2. Adanya penyakit-penyakit lain yang mempengaruhi kesehatan gusi terutama penyakit diabetes.

Pada saat berpuasa, para penderita diabetes akan merasa keadaannya menjadi lebih baik, terutama mereka yang melaksanakan puasa Ramadhan. Mereka yang mempunyai kondisi stabil, kemudian terserang gejala diabetes yang tidak bergantung pada zat insulin biasanya karena memiliki lemak yang berlebihan.

Penderita penyakit gigi dan mulut dianjurkan memelihara giginya, menghindari sebagian makanan seperti manisan, dan segera membersikan gigi setelah selesai makan kurma dan manisan.

Kurma dan manisan inilah yang akan berubah menjadi asam di dalam mulut. Pada gilirannya, asam ini menyerang materi yang bertanggung jawab pada zat kapur gigi, kemudian makanan itu larut dan terjadilah kerapuhan. Para penderita diabetes dianjurkan menjalani terapy khusus  secara teratur untuk memastikan keadaan gusinya sekaligus mengobati radang gusi sebelum berkembang lebih jauh. []

Artikel Terkait
Anda mungkin juga berminat

Ruangan komen telah ditutup.