Hanya Ungkapan Rindu Sederhana

, Hanya Ungkapan Rindu SederhanaOleh: Anisa Prasteyo Ningsih, Universitas Negeri Jakarta

Tetiba rindu ini merangsek masuk. Menerjang segala alibi. Membuat jemari makin tergerak ingin ‘menggelitik’. Menerobos kebuntuan pikir. Rindu ini.. Rindu menulis.

Lama sekali rasanya tak mengukir kisah. Entah tentang sesuatu yang segera berlalu, hikmah sederhana, curcol ataupun yang sedikit perlu referensi. Sebenarnya mungkin, lebih banyak kisah yang berisi curcol. Atau malah, semuanya? (hehehe) Ya, mungkin memang nyaris semuanya tulisan saya berisi curahan hati. Karena memang hatilah muara segala. Tulisan yang berasal dari hati akan jatuh ke hati. (halah, apa coba?) Berniat sederhana, hanya ingin berbagi manfaat.

Btw, pokok tulisan ini apa ya? Ga ada kayanya. Hehehe.. Hanya ingin sekedar menulis saja.. Meruntuhkan kerinduan pada setiap goresan kata. Juga sebagai penglaris di awal tahun masehi, 2014.

Kalau dicermati, kenapa Januari ini terasa penuh dengan kata dan rasa rindu ya?  Rindu pada mereka yang entah merindukan saya atau tidak. Rindu pada Maret bersyukur. Juga rindu pada menulis. Jangan-jangan, tema Januari saya adalah merindu. Haduuh,, makin gak jelas aja ini tulisan mau dibawa kemana.

Yah,, apapun yang terjadi, secuil tulisan ini adalah ungkapan rindu saya pada menulis. Moga nanti, saya bisa kembali memiliki semangat untuk menulis lagi.. Terutama semangat untuk membaca, karena tulisan tak akan ‘bernilai’ tanpa ditopang oleh budaya membaca yang kuat. Baik itu membaca dalam arti yang sesungguhnya ataupun membaca dalam arti yang lebih kompleks.

Hemm.. Cukup kali ya. Saya sudahi ketidakjelasan ini. Setidaknya, rindu saya pada mencoret-coret sedikit telah terlampiaskan.

Salam semangat. Semoga Alloh berkenan melimpahkan iman, islam dan ihsan serta keistiqomahan hingga husnul khotimah menyapa. []

Artikel Terkait
Anda mungkin juga berminat

Ruangan komen telah ditutup.