Hati-hati, Bertengkar di Depan Anak

, Hati-hati, Bertengkar di Depan Anak

Pertengkaran adalah sesuatu yang lumrah dalam berumah tangga. Yang tidak lumrah adalah jika terus-menerus bertengkar dan Karena terbawa emosi, orang tua terkadang melakukan pertengkaran itu di depan anak. Padahal, hal semacam itu dapat memberikan dampak yang buruk bagi anak. Oleh sebab itu, sebagai orang tua, ketika sedang dilanda emosi lebih baik bersegera pergi ke tempat yang jauh dari jangkauan anak.

Dampak buruk bagi anak apabila bertengkar di depan anak, diantaranya:

1. Teladan yang buruk

Bagaimanapun anak adalah plagiator ulung. Apa yang mereka lihat akan sangat mudah untuk mereka tiru. Jika anak melihat orang tua bertengkar dalam menyelesaikan masalah maka dia akan bertengkar dengan temannya jika tidak setuju atau mempunyai masalah dengan temannya. Begitulah adanya anak, mereka suka meniru apa yang mereka saksikan.

2. Anak mudah stress

Orang tua adalah tempat anak berlindung dari rasa khawatir dan cemas. Ketika anak takut dengan sesuatu atau apapun dia akan mencari dan berlari kepada orang tua karena orang tua adalah tempat berlindung. Apa yang dipikirkan anak jika tempat dia berlindung sedang bertengkar di depannya. Orang yang menjadi tempatnya berlindung sedang marah di depannya. Anak akan stres karena tidak tahu kemana harus berlindung ketika dia mengalami rasa takut atau khawatir.

3. Si anak memiliki bahasa buruk

Bertengkar biasanya identik dengan teriakan dan makian yang dilontarkan satu sama lain. Jika orangtua melakukan hal tersebut di hadapan anak, maka bisa membuatnya jadi mengerti bahasa yang dilontarkan. Mendengar kata-kata itu bisa membuat si anak jadi mengikuti dan terbawa dalam pergaulannya.

4. Hilang rasa percaya anak

Yang diharapkan ketika anak mendapatkan masalah adalah anak mendapat solusi dari orang yang paling dekat dengan si anak, yaitu orang tua. Orang tua adalah tempat bergantung sepanjang hidupnya jika anak mendapat masalah. Cara ini adalah pilihan yang paling tepat jika anak minta solusi kepada orang tua. Namun, hal ini tidak terjadi jika orang tua sering bertengkar di depan anak. Mungkin tidak bertengkar di depan anak tapi anak mendengar orang tuanya bertengkar, ini sama saja. Anak tahu bahwa orang yang menjadi tumpuan masalahnya bertengkar di depannya. Maka akan terkikis rasa percaya anak kepada orang tuanya.

5. Mencari ketenangan di luar rumah

Ketika mendengar keributan atau pertengkaran di dalam rumah, bukan tidak mungkin si anak akan mencari ketenangan di luar rumah. Misalnya, anak remaja yang mendengar pertengkaran itu mungkin dirinya akan mencari ketenangan di luar rumah dengan melakukan hal-hal negatif. Hal negatif yang dilakukan, seperti merokok, meminum minuman beralkohol, keluar malam bersama temannya, dan hal lainnya. [Sumber: ip/ciricara/belajartahu]

Artikel Terkait
Anda mungkin juga berminat

Ruangan komen telah ditutup.