Hikayat Malala

0

malala-Yousafzai_2499820b

Ada bintang pop flamboyan. Seorang penyanyi legendaris. Seorang bintang TV, beberapa supermodel, dan salah satu orang yang dianggap paling dermawan di dunia. Bahkan mantan menteri luar negeri yang mungkin akan segera jadi presiden.

Namun dari semua wanita itu, yang muncul di panggung di Women Glamour of the Year Award pada hari Senin malam (11/11/2013) adalah gadis berusia 16 tahun asal Pakistan, Malala Yousafzai.

“Kami mencintaimu, Malala!” teriak sekelompok gadis muda dari balkon di Carnegie Hall, di mana acara tahunan itu digelar. Malala melambaikan tangannya dan gestur tangannya memberikan ciuman jarak jauh, kemudian berpidato dengan berapi-api .

“Saya percaya pistol tidak memiliki kekuatan sama sekali,” kata Malala, yang menarik perhatian dunia ketika pejuang Taliban menembak kepalanya bulan Oktober 2012. Saat itu, Malala mengatakan bahwa kaum Mujahidin Taliban membatasi akses perempuan terhadap pendidikan, jilbab dan jenggot seperti zaman batu. Sontak, dia terkenal ke seluruh dunia. Tiba-tiba ada Malala Fund untuk mendukung pendidikan bagi anak perempuan, dan baru-baru ini—waduh!—merilis sebuah memoar, “I Am Malala.”

“Saya percaya pistol tidak memiliki kekuatan karena senjata hanya bisa membunuh,” katanya. “Tapi pena bisa memberikan kehidupan.”

Orang-orang menghormati Malala. Ia mungkin akan mendepak Lady Gaga sebagai kover majalah Glamour bulan ini

“Jika saya tidak jadi kover majalah Glamour, saya akan memberikannya kepada Malala,” kata Lady Gaga, ikhlas.

Malala melibas semua perempuan Barat dalam media Barat. Sayang, ketika ia mengatakan bahwa pistol atau senjata tidak memiliki kekuatan apa-apa, yang artinya ia tujukan kepada kaum Mujahidin Taliban, ia tampaknya lupa pasukan asing, bahkan di negaranya sendiri, menghabisi ribuan anak-anak perempuan Muslim di desa-desa, di sungai, di padang, di ladang, di pernikahan, dan bahkan di pemakaman! Tampaknya Malala lupa bahwa ia ditolak oleh mahasiswa-mahasiswa Pakistan untuk masuk kampus, bahkan oleh mahasiswa tak berjilbab sekalipun di negara itu.

Dan eh, satu lagi, dalam pidatonya, Malala lupa menyampaikan, bahwa kenyataan yang ada di Pakistan dan Afghanistan, kaum mujahidin Taliban-lah yang membuka madrasah-madrasah kembali setelah diberangus pasukan asing. Sekumpulan laki-laki berjenggot itu, faktanya, yang mengajarkan alif, ba, ta, tsa kepada anak-anak perempuan kecil, yang kadang asyik bergelayutan di pundak dan menarik-narik jenggot sang mujahid sambil hanya mengedipkan mata sambil tersenyum. Ya, tampaknya Malala lupa. []

  Artikel Terkait

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

you're currently offline