Hukum & Adab Thalaq Dalam Islam

 

, Hukum & Adab Thalaq Dalam IslamAssalamu’alaikum Wr Wb.,

Mohon penjelasan tentang adab seorang suami jika menceraikan istrinya, apakah boleh menthalaq 3 padahal istri tidak merasa ada masalah?

LSSP

Ukhti LSSP, tentu saja dalam Islam semua hal harus mempunyai landasan yang kuat—tidak semata suka atau tidak suka saja. Termasuk soal thalaq ini.

Banyak yang menduga bahwa thalaq itu identik dengan berpisah selamanya, padahal dalam Islam ada tiga macam thalaq dan tidak dianjurkan dijatuhkan sekaligus, tapi secara bertahap. Allah swt berfirman yang kurang lebih artinya.
“Thalak yang dapat dirujuki adalah dua kali.Setelah itu boleh rujuk lagi dengan cara yang makruf atau menceraikan dengan cara yang baik.”(Al Baqarah : 229).

Perceraian dapat terjadi dengan segala cara yang menunjukkan hubungan suami istri, baik dinyatakan dengan kata-kata, dengan surat, sms, chatting, atau email kepada istrinya. Bila ia bisu, bisa dengan bahasa isyarat, bisa pula dengan mengirimkan seorang utusan.
Kata-kata yang digunakan untuk thalaq bisa diucapkan secara terus terang, tetapi ada kalanya dengan sindiran.

Adapun thalak dengan kata sindiran, tidak dianggap thalak bila tanpa niat untuk menceraikan.
 Seorang suami apabila sudah mengumpuli istrinya, maka ia berhak tiga kali thalak. Para ulama sepakat untuk melarang suami menthalak isrinya tiga kali sekaligus. Atau dengan mengucapkan tiga kali thalak berturut-turut dalam masa satu kali suci.

Nasai meriwayatkan hadits Mahmud bin Lubaid, katanya:
”Rasulullah saw mengkabarakan kepada kami tentang seorang laki-laki yang menceraikan istrinya tiga kali sekaligus. Maka beliau berdiri dengan marah, lalu bersabda : ‘Apakah akan dipermainkan kitab Allah padahal aku ada di tengah-tengah kamu?’”
Ibnul Qayyim berkata, ia dikatakan mempermainkan kitab Allah karena menyalahi ketentuan thalak yang benar dan menginginkan apa yang tidak dikehendaki Allah. Allah menghendaki seseorang menthalak satu kali saja, kemudian jika ia mau ia dapat merujuk atau kembali kepada istrinya, lalu menthalaknya lagi jika ia menghendaki, kemudian ia tidak dapat merujuknya lagi setelah itu.

Hikmah dijadikannya thalak berkali-kali agar pintu itu tidak langsung tertutup. Bila suatu saat mereka menyesal atas keputusan untuk bercerai, bila penyesalan itu masih dalam masa iddah, maka, mereka boleh kembali atau rujuk dan menjadi suami istri lagi tanpa harus mengulang ucapan ijab kabul.

Jadi, thalaq satu adalah thalaq yang diucapkan suami kepada istrinya, pertama kalinya. Dan ia berhak merujuknya bila masih dalam masa idah. Thalaq dua adalah thalaq yang terjadi bila sudah pernah terjadi thalaq satu. Thalaq dua pun boleh dirujuk. Sedang thalaq tiga menjadikan suami terpisah dari suaminya sama sekali dan haram kawin dengan bekas suaminya.

Kecuali bila sang istri sudah menikah dengan laki-laki lain dengan arti sebenarnya (bukan pura-pura), dan ia pun sudah bercerai dengan suami barunya tsb.
Adapun waktu thalak tidak tertentu, yang ditentukan adalah masa menunggu atau masa sela, suatu masa sampai pasangan boleh menikah dengan orang lain atau memutuskan jalan cerai ataukah ruju’ kembali (dikenal sebagai masa iddah); hal ini dimaksudkan agar rahim istri tidak berisi janin ketika berpisah dan memberi kesempatan pada keduanya untuk berpikir ulang terhadap keputusannya.

Dalam masa ini suami-istri boleh memutuskan rujuk lagi. Jika masa iddahnya habis, kesempatan rujuk hanya ada pada thalaq 1 dan 2 namun harus dengan ijab qabul baru seperti yang sudah dijelaskan di atas. Adapun jika sudah jatuh thalaq 3 pasangan mau menikah lagi tidak diperbolehkan kecuali jika si istri sudah bercerai dengan laki-laki lain yang dinikahinya.

Lama masa iddah adalah sbb.:

1. Iddah bila istrinya masih haid, yaitu tiga kali haidh

2. Iddah istri yang sudah mati haid yaitu tiga bulan

3. iddah istri yang kemtian suami adalah empat bulan sepuluh hari

4. iddah istri hamil yaitu sampai melahirkan

5. perempuan yang dithalaq tetapi belum disetubuhi, ia tak punya iddah.
Allohu alam bi shawwab. [berbagai sumber]

—————-

Rubrik KONSULTASI diasuh oleh Bunda Muspidah. Silakan kirim pertanyaan Anda melalui fitur KONSULTASI di bawah artikel ini. 

Artikel Terkait
Anda mungkin juga berminat
1 Komen
  1. LSSP berkata

    Jazaakillah penjelasannya…di sekitar saya, ada seorang suami, yang sudah ketiga kali menthalaq istrinya, tanpa si istri tau apa permasalahannya, sebenarnya dalam Islam, hal2 apa saja yang boleh menyebabkan suami menthalaq 3 istrinya?dan apakah thalaq 3 yang oleh pihak istri diberikan secara tiba2 tanpa ada masalah sebelumnya, ditolak oleh istrinya?Bagaimana dengan dalil Al Qur’an dan hadits berkenaan dengan penyebab suami boleh menjatuhkan thalaq, khususnya thalaq 3?Jika thalaq 3 dijatuhkan dengan kesewenang2an suami/ mendzolimi istri, apa yang bisa dilakukan istri?

Ruangan komen telah ditutup.