Hukum Membayangkan Wanita Lain Ketika Berhubungan dengan Istri (2-Habis)

, Hukum Membayangkan Wanita Lain Ketika Berhubungan dengan Istri (2-Habis)

Sedangkan untuk kategori perbuatan ketiga, seperti makan, minum, jual beli dan kegiatan muamalah lainnya, tidak harus diniatkan terlebih dahulu seperti halnya perbuatan pertama, namun keberadaan niat dalam perbuatan mubah akan berjalan seiring dengan tujuan yang hendak diraih. Jika seseorang makan dan minum dengan tujuan ibadah, maka perbuatannya menjadi ibadah; namun jika sesesorang makan dan minum untuk melakukan maksiyat, makan perbuatan mubah tersebut berubah menjadi haram.

Dari penjelasan di atas, permasalahan yang ditanyakan oleh Saudara Imam Faiq termasuk kedalam perbuatan kategori pertama. Oleh karena itu perbuatan jima’ dengan isteri akan bernilai ibadah jika kita niatkan ibadah; begitupun sebaliknya jika yang dibayangkan adalah orang lain maka bernilai maksiayat yang diharamkan oleh Allah swt. karena sudah termasuk perbuatan berzina. Saran dari kami agar terhindar dari perbuatan tersebut maka lakukanlah tips berikut ini:

1. Yakinkan bahwa isteri kita adalah pilihan terbaik yang diberikan Allah swt kepada kita. Bersyukur atas pasangan hidup yang dianugerhkan Allah adalah hal penting untuk kita perhatikan dalam rumah tangga hal ini agar terhindar dari upaya berkhayal atas sesuatu yang faktanya tidak terjadi dalam hidup kita. Dan yakinkan bahwa isteri kita adalah pendamping hidup yang terbaik bagi kita dan tidak ada satu pun orang lain yang bisa menggantikan posisi sebaik istri kita.

2. Islam mengajarkan kepada kita agar tidak menghabiskan waktu menonton film dan sinetron yang banyak mempertontonkan aurat wanita.

3. Jangan banyak berkhayal dan ber-tamanni (harapan atas sesuatau yang tidak mungkin terjadi), sebab berkhayal bagian dari taswis al-syaithan (bisikan setan). Semoga bermanfaat. Hasbunallâh wa ni’ma al-wakîl ni’ma al-mawlâ wa ni’ma al-Nashî. [berbagai sumber]

HABIS

Artikel Terkait
Anda mungkin juga berminat

Ruangan komen telah ditutup.