Hukum Mengadakan dan Menghadiri Walimah Nikah

Walimah adalah sebuah pesta pernikahan sebagai tanda syukur kita kepada Allah SWT. Lalu bagaimana hukum walimah bagi yang mengadakan dan yang diundang?

Mayoritas Ahli Fiqih berpendapat bahwa walimah nikah hukumnya sunnah mu’akkad, hal ini didasarkan pada sabda Rasulullah SAW:

”Adakanlah walimah sekalipun hanya seekor kambing!”(Mutafaqun ‘alaih).

Dalam walimah nikah terdapat maksud untuk memberitahukan pernikahan dan hal tersebut sunnah hukumnya, hal tersebut berdasarkan pada:

“Umumkanlah pernikahan ini, selenggarakanlah akadnya dimesjid, dan setelah itu adakanlah pertunjukan rebana!”( H.R Ahmad dan At Tirmidzi).

Berbeda dengan hukum peyelenggaraan walimah, hukum menghadiri walimah adalah wajib bagi yang diundangnya. Sebagian ulama berpendapat bahwa menghadiri walimah nikah itu wajib, didasarkan pada hadits nabi tentang hak orang Islam kepada orang Islam yang lainnya untuk memenuhi undangannya, dan didasarkan pada hadits:

“ Jika salah seorang diantaramu diundang untuk menghadiri walimah, hendaknya ia menghadirinya,” ( Mutafaqun ‘alaih).

Artikel Terkait
Anda mungkin juga berminat

Ruangan komen telah ditutup.