Hukum Menipiskan Alis dalam Agama Islam

0

Banyak dalam lingkungan masyarakat yang menipiskan alis mata untuk mempercantik diri. Namun mereka hanya mengikuti tren saja, tanpa megetahui hukumnya boleh atau tidak. Maka dari itu, di sini akan dijelaskan mengenai hukum menipiskan alis dalam agama Islam.

Hukum menipiskan alis dalam agama Islam, satu diantara langkah berhias berlebihan lebihan yang diharamkan Islam yaitu mencukur rambut alis mata untuk ditinggikan atau disamarkan. Dalam hal semacam ini Rasulullah SAW sempat melaknatnya, seperti dalam hadis berikut.
“Rasulullah saw melaknat perempuan yang mencukur alisnya atau minta dicukurkan alisnya.” (HR Abu Daud)

Lebih diharamkan lagi bila mencukur alis itu ditangani untuk lambang untuk wanita nakal.

Sesaat ulama mazhab Hambali memiliki pendapat bahwasanya wanita diperkenankan mencukur rambut dahinya, mengukir, berikan cat merah serta meruncingkan ujung matanya jika dengan izin suaminya lantaran hal itu terhitung berhias.
Namun, oleh Imam Nawawi diperketat bahwasanya mencukur rambut dahi itu sekalipun tak bisa. Dibantahnya hal semacam itu dengan membawakan kisah yang itu dalam sunan Abu Daud, yaitu bahwasanya yang dimaksud namishah (mencukur alis) hingga tidak tebal sekali. Karena, tak terhitung hiasi muka dengan menghillangkan bulu bulunya.

Imam Thabari meriwayatkan dari istrinya Abu Ishak bahwasanya satu saat dia sempat ke rumah Aisyah, tengah istri Abu Ishak saat itu tetap gadis jelita. Lalu dia ajukan pertanyaan,

“Bagaimana hukumnya wanita yang hiasi mukanya untuk kebutuhan suaminya? ” Maka, jawab Aisyah, “Hilangkanlah kejelekan kejelekan yang ada pada anda itu sadapat mungkin”. [Hadist Muslim]

Artikel Terkait
Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.