in

Hukum Pacaran dalam Islam

Pacaran menjadi hal yang biasa terjadi di lingkungan masyarakat. Sebagian orang terkadang malah membenarkan hal tersebut. Parahnya ada orang tua yang menyarankan anaknya untuk pacaran tanpa mereka mengetahui apa hukum dari pacaran.

REMAJA MALAYSIAPacaran menjadi hal yang biasa terjadi di lingkungan masyarakat. Sebagian orang terkadang malah membenarkan hal tersebut. Parahnya ada orang tua yang menyarankan anaknya untuk pacaran tanpa mereka mengetahui apa hukum dari pacaran.

“Pacaran” dalam kamus bahasa Indonesia mempunyai beberapa arti (Purwodarminto, 1976):

1. Pergaulan bebas antara laki-laki dan perempuan, bersuka-sukaan mencapai apa yang disenangi mereka.

2. Pacaran berarti “bergendak” yang sama artinya dengan berkencan atau berpasangan untuk berzina.

3. Pacaran berarti berteman dan saling menjajaki kemungkinan untuk mencari jodoh berupa suami atau istri.

Pacaran menurut arti pertama dan kedua jelas dilarang oleh agama Islam, berdasarkan nash:

a. Allah berfirman:

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.”

b. Hadits:

“Dari Ibnu Abbas ra. Ia berkata: Aku mendengar Rasulullah saw berkhutbah, ia berkata: Jangan sekali-kali seorang laki-laki berkhalwat dengan seorang perempuan kecuali beserta ada mahramnya, dan janganlah seorang perempuan melakukan musafir kecuali beserta ada mahramnya,” (muttafaq alaihi).

Perkawinan merupakan sunnah Rasulullah dengan arti bahwa suatu perbuatan yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah agar kaum muslimin melakukannya. Orang yang anti perkawinan dicela oleh Rasulullah, berdasarkan hadits yang artinya:

“Dari Anas ra. Bahwasanya Nabi saw berkata: …tetapi aku, sesungguhnya aku salat, tidur, berbuka dan mengawini perempuan, maka barang siapa yang benci sunnahku maka ia bukanlah dari golonganku.” [anyaringtyasa]

What do you think?

Written by

Kisah Wanita yang Menginspirasi

Etika Pergaulan Antara Lelaki dan Perempuan dalam Islam