I Don’t Hate Monday; Empat Cara Mengatur Jadwal Harian

, I Don’t Hate Monday; Empat Cara Mengatur Jadwal Harian

Tak terasa, ini sudah hari Senin lagi ya. Entah karena memang sudah libur selama dua hari, atau kemudian membayangkan lima hari berikutnya, memasuki hari Senin, kadang terasa berat ya? Tapi sesungguhnya, seperti kehidupan yang terus berjalan, kita juga terus mengikuti arus kehidupan.

Nah, supaya kita tidak stress menghadapi hari Senin, ada baiknya kita siapkan jadwal selama sepekan ke depan yuk. Dengan adanya penjadwalan selama satu pekan ke depan, niscaya kita mempunyai sesuatu yang jelas untuk dilakukan. Coba deh!

Tentukan prioritas

Anda harus tahu benar, hal apa yang Anda harus prioritaskan terlebih dalu.  Buatlah to do list dan mulailah dengan tugas yang terpenting.

Tips : Buatlah skala prioritas pekerjaan mana yg paling penting dan harus segera diselesaikan dan juga pekerjaan manakah yang bisa dikerjakan belakangan. Sehingga dengan begitu, semua agenda bisa terselesaikan tepat pada waktu yang telah ditentukan.

Buat jadwal kegiatan

Membuat jadwal kegiatan akan membantu Anda mengingatkan segala pekerjaan yang harus diselesaikan dalam rentang waktu tertentu. Jadwal ini bisa berupa jadwal kegiatan harian dengan keterangan jenis-jenis kegiatan Anda yang harus selesai hari itu. Dengan jadwal yang tersusun benar dan Anda ingat selalu, waktu pun bisa diatur dengan baik.

Jangan tunda pekerjaan

Cara keluar dari sikap menunda-nunda penundaan pekerjaan adalah dengan membiasakan diri untuk disiplin dalam mengerjakan apapun. Yang perlu ditanamkan dalam diri bahwa semakin lama Anda menunda sebuah pekerjaan, maka semakin besar pula rasa malas yang Anda bangun. Inilah penyebab pekerjaan tugas Anda terus menumpuk, Tidak ada yang terselesaikan dengan tuntas. Karena itu membangun disiplin diri menjadi langkah awal bagi Anda untuk bisa sukses menjalankan manajemen waktu yang sudah direncanakan.

Tak harus sempurna

Perfeksionis adalah orang yang memiliki pandangan perfeksionisme. Perfeksionisme adalah keyakinan bahwa seseorang harus menjadi sempurna, mencapai kondisi terbaik pada aspek fisik ataupun non-materi.

Ya, Mencoba untuk menjadi orang yang perfeksionis hanya akan membawa Anda pada keterpurukan. Tak ada orang yang sempurna. Tugas-tugas yang sulit biasanya dihindari dan ditunda. Anda perlu menetapkan tujuan yang harus dicapai, tetapi juga perlu tantangan. []

 

 

Artikel Terkait
Anda mungkin juga berminat

Ruangan komen telah ditutup.