Indonesia, Perlukah Pendidikan Seks? (1)

 

, Indonesia, Perlukah Pendidikan Seks? (1)Ada cerita Iucu yang terjadi di negeri China sebelum terjadi tragedi Tianamen yang dikutip Newsweek. Suami istri datang ke dokter untuk konsultasi sehubungan dengan keinginan mereka memiliki anak. Masalahnya, dua tahun kawin ternyata belum punya anak. Hasil diagnosis tidak menunjukkan adanya kelainan fisik pada suami istri itu yang menyebabkan terhambatnya proses kehamilan.

Usut punya usut, dan ini yang mengejutkan dokter, ternyata mereka belum pernah berhubungan seksual selama dua tahun masa perkawinannya. Mengapa? Ini yang Iebih mengherankan. Menurut pasangan ini, dengan tidur bersama di satu tempat tidur, tanpa melakukan hubungan seksuaI, dikiranya bisa hamil.

Cerita diatas menjadi lucu bagi mereka yang tahu tentang proses terjadinya kehamilan. Dan cerita-cerita semacam itu di Cina konon ñ dijadikan cara untuk menggolkan usaha penerapan pendidikan seksual disana. Memang saat itu di Cina masalah keterbukaan seksual berkembang seirama dengan program keterbukaan dengan tokohnya Zhao Zhiyang. Tak tahulah sekarang yang berkembang disana setelah program keterbukaan dihabisi bersama peristiwa Tianamen.

Ada juga cerita lain yang lucu. Dan ini berlawanan dengan cerita diatas. Sepasang muda-mudi diadili oleh orang tuanya karena telah berbuat yang menyebabkan si pemudi tadi hamil. Mereka menyangkal bersalah. Mereka tidak menyangka bahwa dengan hubungan seksual yang telah dilakukan akan berakibat hamil.

Cerita yang kedua ini barankali juga susah diterima, sebab kalau tidak tahu hubungan seks bisa menyebabkan kehamilan kenapa mereka tahu dan bisa ber- hubungan seks. Inilah barangkali keanehan dunia. Sesuatu yang tidak diduga, dan sering tidak naIar, terjadi juga.

Kedua kejadian seperti diatas tadi berawal dari hal yang sama. Ketidaktahuan. Bedanya, yang pertama tahu tentang tujuan yang diinginkan tapi tidak tahu cara yang mesti ditempuh. Yang kedua tahu tentang perbuatan tapi tidak tahu akibatnya.

Adanya ketidaktahuan seperti diatas itulah kemudian muncul gagasan untuk memberikan informasi tentang masalah-masalah seksual pada kalangan tertentu. Di sekitar kita juga terlihat gejala akhir-akhir ini dengan makin banyaknya forum dialog, diskusi, atau ceramah yang berkaitan dengan topik seks. Remaja termasuk sasaran utamanya. Dilihat dari tempatnya juga sangat variatif. Mulai dari pengajian, masjid, gereja sampai ke hotel berbintang.

BERSAMBUNG

Artikel Terkait
Anda mungkin juga berminat

Ruangan komen telah ditutup.