Ini Adab Menguap dalam Islam

, Ini Adab Menguap dalam Islam

Biasanya jika seseorang mengantuk ia pasti menguap. Bagi sebagian orang menguap dengan membuka mulutnya dengan lebar-lebar di anggap hal yang biasa. Banyak orang juga mengeluarkan suara yang keras bersamaan dengan menguap ini sebagai hal yang sepele tetapi berakibat fatal. Umat Islam tidak memperbolehkan menguap sembarangan.

Nabi Muhammad SAW mengingatkan hal ini. Menurut beliau, menguap itu adalah perbuatan yang berasal dari setan. Beliau bersabda, “Bersin itu dari Allah dan menguap itu dari setan. Jika salah seorang kalian menguap maka tutuplah mulutnya dengan tangannya dan jika ia katakan ‘aaah …’ maka setan tertawa di dalam perutnya. Sesungguhnya Allah menyukai bersin dan membenci menguap.”

Jika seseorang menguap hendaknya ia memperhatikan adab sebagai berikut:

Berusaha menahan semampunya

Seseorang harus berusaha menolak, mengalahkan, dan menahan kuapan, khususnya ketika sedang shalat. Rasulullah bersabda, “Apabila seseorang menguap dalam shalatnya, hendaknya ia berusaha menahan kuapannya sebisa mungkin karena setan bisa masuk.”

Seseorang tidak perlu merasa heran kalau setan bisa masuk, karena setan adalah makhluk yang tercipta dari api yang dapat berubah, berpindah, dan bergerak seperti hawa dan angin. Ia tidak berjasad seperti manusia.

Meletakkan tangan di mulut
Tujuan meletakkan tangan di mulut ketika menguap adalah agar mulut tidak terbuka. Saat manusia menguap dengan mulut terbuka itu, ia terlihat buruk dan saat itu juga setan sedang menertawakannya.

Tidak mengeluarkan suara ‘aaah ’
Seperti disebutkan dalam hadis pertama, mengeluarkan suara ‘aaah’ atau ‘waaah’ pada saat menguap menimbulkan tertawaan setan.

Tidak mengangkat suara
Mengangkat suara kuapan termasuk adab buruk yang dianggap sepele oleh banyak orang. Padahal, perbuatan ini dapat membuat orang lain menghindar dari pelakunya. Ter kadang sebagaian orang jahil mengangkat suaranya ketika meng uap dengan maksud ingin mem bu at sekelilingnya tertawa. Tentunya setan juga menertawakannya se perti disebutkan pada hadis pertama.

Syariat Islam yang adab dan menguap, bersin, tidur, dan seluruh aktivitas kehidupan manusia menunjukkan betapa agungnya agama Allah ini. Is lam yang universal ini mengatur seluruh kondisi manusia yang tidak akan pernah didapati dalam syariat-syariat lainnya. Ini merupakan bukti bahwa Islam ada lah agama yang sesuai pada semua tempat dan zaman.

“Yang disyariatkan ketika seseorang menguap adalah menahan mulutnya dan menutupnya dengan rapat semampunya. Sebagaimana hadis dari Abu Hurairahradhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

التثاؤب من الشيطان فإذا تثاءب أحدكم فليكظم ما استطاع

“Menguap itu dari setan. Karena itu, jika kalian menguap hendaknya dia tahan semampunya.” (HR. Muslim)

Dalam riwayat yang lain,

التثاؤب في الصلاة من الشيطان فإذا تثاءب أحدكم فليكظم ما استطاع

“Menguap ketika shalat itu dari setan. Apabila kalian menguap, tahanlah semampunya.” (HR. Turmudzi dan dia menilai hadis hasan shahih, sanadnya sesuai syarat shahih Muslim).

Dalam riwayat yang lain,

إن الله يحب العطاس ويكره التثاؤب فإذا تثاءب أحدكم فليرده ما استطاع ولا يقل ها ها فإنما ذلكم الشيطان يضحك منه

“Sesunguhnya Allah mencintai bersin dan membenci menguap. Apabila kalian menguap hendaknya ditahan semampunya, dan jangan sampai mengeluarkan suara haah.. haah.., karena dengan itu setan akan tertawa.” (HR. Abu Daud dengan sanad sesuai syarat Bukhari dan Muslim).

Selanjutnya Syaikh Sulaiman al-Majid menegaskan,

 

ولا نعلم في السنة ذكراً أو دعاء يقال عند التثاؤب، وأما ما اشتهر عند بعض العلماء وكثير من الناس من مشروعة الاستعاذة عن التثاؤب استدلالا من قوله تعالى : “وإما ينزغنك من الشيطان نزغ فاستعذ بالله ” والنبي صلى الله عليه وسلم أخبر أن التثاؤب من الشيطان ، فهذا استدلال في غير محله

 

“Dan kami tidak mengetahui adanya sunah yang mengajarkan dzikir atau doa yang dianjurkan untuk dibaca ketika menguap. Adapun yang banyak tersebar menurut sebagian ulama dan kebanyakan masyarakat, bahwa ketika menguap dianjurkan untuk membaca ta’awudz, berdalil dengan firman Allah, yang artinya: ‘Apabila setan mengganggumu maka mintalah perlindungan kepada Allah.’ Sementara Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam menyebut bahwa menguap itu dari setan. Pendalilan semacam ini, tidak pada tempatnya.

Beliau menyebutkan alasan,

 

، فإن الذي أخبر بأن التثاؤب من الشيطان لم يشرع لنا إلا الكظم ووضع اليد على الفم . ولو كانت الاستعاذة مشروعة لذكرها عليه الصلاة والسلام . والله أعلم.

“Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang mengabarkan kepada kita bahwa menguap itu dari setan, beliau tidak mengajarkan kepada kita (untuk membaca ta’awudz), selain perintah untuk menahan dan meletakkan tangan di mulut. Sehingga, andaikan ta’awudz (ketika menguap) disyariatkan, tentu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam akan menyebutkannya.”

Allahu a’lam. [berbagai sumber]

Artikel Terkait
Anda mungkin juga berminat

Ruangan komen telah ditutup.