Ini Dia 3 Sukses Seorang Muslimah

, Ini Dia 3 Sukses Seorang MuslimahAda tiga sukses yang bisa diperankan seorang Muslimah.

Pertama, sukses sebagai ibu  bagi anak-anaknya. “Al ummu madrasatun li auladiha.” Ibu adalah sekolah pertama bagi jiwa dan fisik anak-anaknya. Pendidikan di dalam rumah (Learning by Mother) inilah yang akan memberikan kesan mendalam dalam jiwa, (hati, pikiran dan perasaan) seorang anak yang sangat mempengaruhi pola kehidupannya kemudian. Potensi fitrah ini dimiliki lebih oleh wanita dibanding pria.

Kedua, sukses sebagai pendamping setia suami. Wanita adalah penyeimbang bagi pria, demikian pula sebaliknya. Sebagai suami istri, terdapat hubungan timbal balik yang harmonis antara keduanya dan akan terjadi proses saling mengisi, melengkapi dan menyempurnakan.

Seorang isteri seperti pakaian bagi suami, dan suami adalah pakaian bagi isterinya. Kelebihan potensi (baik keahlian, ekonomi, sosial) seorang isteri akan menutupi kekurangan suaminya dan juga sebaliknya. Seorang istri adalah pendorong kesuksesan suami, begitupun sebaliknya. Seorang isteri sukses adalah yang menyejukkan mata bagi pandangan suaminya. (QS 30 : 21)

Kita ingat, betapa seorang Khadijah mampu menentramkan hati sang suami yang tidak lain adalah Rasulullah, saat beliau ketakutan, gemetar, panas dingin setelah kedatangan malaikat Jibril saat menyampaikan wahyu Allah swt. yang pertama. Patutlah kita sebagai muslimah ber-qudwah pada ibunda Khadijah, ummul mu’minin.

Dan ketiga, sukses sebagai anggota masyarakat. Peran yang satu ini mencakup kedudukannya sebagai anggota masyarakat tempat tinggalnya dan sebagai anggota masyarakat tempat ia bekerja bagi wanita karir.

Sebagai bagian dari masyarakat tempat tinggalnya, seorang wanita harus mampu menempatkan dirinya menjadi orang yang dapat diterima oleh semua kalangan masyarakat. Ia menjadi teman bagi sesamanya, saudara terdekat, bagi tetangganya dan teladan bagi keluarga lainnya. Kegembiraan mereka adalah kesenangan kita dan kesedihan mereka adalah duka kita. Kalau sudah begitu, persoalan hidup bertetangga (berbangsa) mana lagi yang tak terselesaikan?

Bahkan seorang muslimah memerankan fungsinya sebagai penyampai risalah Islam dalam pergaulannya, melakukan tashawwur Islam untuk memberikan pemahaman yang benar kepada ibu-ibu para tetangganya secara bijak dan keteladanan (QS 33 : 21 dan QS 3 : 104).

Sebagai bagian dari masyarakat tempatnya bekerja, seorang wanita dituntut mampu menunjukkan dedikasinya yang tinggi sebagai seorang pekerja dan sanggup mewujudkan prestasi kerja yang profesional, bertanggung jawab dan mampu memenej waktu dan pekerjaannya, baik sebagai karyawan pabrik, pegawai kantor, pengusaha, apalagi sebagai pimpinan. Mengapa?

Karena setiap kita adalah pemimpin dan pasti akan mempertanggungjawabkan kepemimpinannya di hadapan Allah kelak. Rasulullah bersabda, “Setiap kamu adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang ia pimpin.” [Sumber: ip]

Artikel Terkait
Anda mungkin juga berminat

Ruangan komen telah ditutup.