Ini Dia Etika Menengok Orang Sakit

, Ini Dia Etika Menengok Orang SakitImam Nawawi menyatakan bahwa menjenguk orang sakit (iyadah) itu adalah sunnah secara ijmak. Sedangkan Imam Bukhori memasukkan hadits soal menjenguk orang sakit ke dalam kategori wajib (باب وُجوبِ عيادةِ المريض) mungkin maksudnya dengan wajib di sini adalah wajib atau fardhu kifayah. Al-Hafidz Ibnu Hajar menyatakan, kalimat (باب وُجوبِ عيادةِ المريض) secara eksplisit menyatakan wajibnya iyadah.

Di dalam hadits dari Abu Hurairah terkait soal jenazah dikatakan (حق المسلم على المسلم خمس) artinya: hak muslim atas muslim yang lain ada lima. Di antara yang lima itu terdapat iyadah al-maridh (menjenguk orang sakit).

Baca Juga

Fiqih Ramadhan Lengkap

Adapun etika menjenguk orang sakit, sebagai berikut:

1. Hendaknya melakukan etika standar saat berkunjung ke rumah orang seperti mengetuk pintu/memencet bel dan mengucapkan salam dengan suara yang tidak terlalu keras.
2. Kunjungan dilakukan di waktu yang pantas. Apabila sedang dirawat di rumah sakit, maka harus sesuai dengan jam besuk yang diperbolehkan. Kalau di bulan Ramadan, hindari datang pada siang hari.
3. Mendekat pada orang yang sakit dan duduk di dekat kepalanya dan meletakkan tangan pada dahinya serta menanyakan keadaan dan apa yang diinginkannya.
4. Waktu berkunjung jangan terlalu lama agar tidak mengganggu si sakit atau keluarganya.
5. Jangan terlalu banyak bertanya pada si sakit karena hal itu akan membebani si sakit.
6. Mendoakan si sakit agar cepat sembuh. Salah satu doa yang dianjurkan adalah membaca: أسأل الله العظيم، رب العرش العظيم؛ أن يشفيك. Teks latin: As’alullahal Adzim, Rabbal Arsyil Adzim ay Yashfika sebanyak 7x dan membaca Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Nas.
7. Peziarah tidak berbicara dengan orang lain di dekat si sakit suatu pembicaraan yang menyakiti atau mengganggu. Dan hendaknya menampakkan sikap kasih dan empati yang dapat menyenangkan perasaan si sakit.
8. Memberi harapan kesembuhan dan memotivasi kesabaran pada si sakit.
9. Meminta doa pada si sakit.
Sedangkan, Imam Nawawi menyatakan bahwa hukum berkunjung ke orang sakit bukanlah fardhu ain. Hanya fardhu kifayah.

Catatan:
Fardhu ain adalah kewajiban yang dikenakan pada setiap individu muslim. Seperti shalat 5 waktu dan puasa Ramadan. Sedangkan fardhu kifayah adalah kewajiban yang dikenakan pada sebagian individu muslim. Apabila ada yang melakukan, maka gugurlah kewajiban itu bagi yang lain. Seperti shalat jenazah, dan lain-lain. [santi/islampos/alkhoirot]

Artikel Terkait
Anda mungkin juga berminat

Ruangan komen telah ditutup.