Ini Dia Ritme Hidup Seorang Istri (2-Habis)

 

, Ini Dia Ritme Hidup Seorang Istri (2-Habis)

Betapa besar dan repotnya tugas istri dalam rumah tangga, ini yang sebaiknya disadari suami, lalu menjalin saling pengertian dan penuh perhatian dengan usaha dan cara-cara yang tepat, agar beban rumah tangga itu tidak terasa berat. Perhatian suami terhadap istrinya yang sudah bekerja keras untuk keluarganya itu dapat merupakan cermin memiliki kehendak yang searah, sama-sama menginginkan kebaikan dan keindahan rumah tangga, menginginkan kemuliaan dan keselamatan dunia akhirat.

Perlu diingat, seorang wanita yang mau dilamar menjadi seorang istri dari seorang laki-laki dan bersedia meninggalkan rumah orang tuanya, karena menginginkan suami dapat melindunginya, menghormatinya, yang mencumbuinya, suami memberi waktu untuknya, sehingga waktu tidak hanya untuk pekerjaan rumah dan mengurus anak-anak saja.

Suami harus mencontoh kehidupan Rasulullah SAW sebagai pemimpin pertempuran dimana-mana, tetapi ketika bersama istri-istrinya senantiasa memberikan kasih sayang dan kedamaian, tidak membebani istri, berusaha meringankan tugas-tugas istri, dan selalu menghindari kata-kata kasar dan menyakitkan.

Sabda Rasulullah SAW, ”Orang yang paling baik diantara kalian adalah yang paling baik kepada istrinya, dan aku adalah yang paling baik kepada istriku.”

Disadari atau tidak, pekerjaan para istri lebih banyak daripada suami. Dari pagi sampai malam hari, pekerjaan mereka seolah tidak ada hentinya. Mulai dari mengurus anak-anak, melayani keperluan dan kebutuhan suami, hingga mengerjakan pekerjaan rumah tangga lainnya. Itulah sebabnya, seorang suami harus menghargai jerih payah istrinya. Diantaranya:

1. Memberikan pujian atas semua pekerjaanya dan tidak melecehkan kelemahannya.
2. Memberi dukungan moral dan bantuan tenaga untuk meringankan beban tugas dan perannya.
3. Jika memungkinkan, penuhi segala keperluan yang dapat memudahkan tugas-tugasnya itu.
4. Memberikan hadiah tertentu yang dapat menyenangkan hatinya. Tentu bukan mahalnya yang jadi prioritas, tetapi bentuk kesungguhan perhatian yang lebih utama. [infoislamdalily]

HABIS

Artikel Terkait
Anda mungkin juga berminat

Ruangan komen telah ditutup.