Ini Dia Sejarah Kue Ulang Tahun (2-Habis)

0

, Ini Dia Sejarah Kue Ulang Tahun (2-Habis)Namun beberapa sarjana berpendapat bahwa kue bentuk bulat di jaman kuno ada hubungannya dengan siklus tahunan. Bentuk bulat lebih disukai karena ini mewakili sifat siklus kehidupan.

Dan menurut alasan teknis disebutkan bahwa pada jaman kuno, roti dan kue masih dibuat dengan tangan. Dibentuk menjadi bola bulat, dipanggang dalam panci dangkal. Oleh karena itu, secara alami kue mengikuti bentuk panci yang bulat.

Lambat laun dengan kemajuan jaman, loyang berbagai bentuk dikembangkan dan hari ini kita melihat kue dalam berbagai bentuk dan ukuran.

Tradisi menempatkan lilin di atas kue dilakukan untuk membuat kue bersinar, sehingga kue menyerupai bulan yang akan disuguhkan kepada Dewi Bulan.

Selain itu, asap dari lilin juga dipercayai dapat menyampaikan keinginan dan doa kita kepada dewa yang tinggal di langit. Sedangkan di Jerman, lilin besar di tengah kue dipercaya sebagai simbol terangnya hidup.

Pada zaman sekarang, biasanya sebelum meniup lilin ada tradisi diam sesaat, memejamkan mata lalu menyebutkan keinginan. Diyakini bahwa meniup semua lilin dalam satu hembusan napas berarti keinginan akan menjadi kenyataan dan keberuntungan akan selalu menyertai di tahun berikutnya.

Menyebutkan nama orang-orang terdekat sebelum memotong kue juga dipercaya bisa membawa keberuntungan.

Pada abad pertengahan, rakyat Inggris menempatkan benda-benda simbolis seperti koin, cincin dan bidal dalam adonan kue. Mereka percaya bahwa mereka yang menemukan koin dalam kue akan menjadi kaya sedangkan yang menemukan bidal dia tidak akan pernah menikah.

Jika seseorang menemukan cincin dalam sepotong kue, maka dalam waktu dekat ia akan menikah. Bahkan saat ini, beberapa orang mengikuti tradisi tersebut dan menempatkan koin palsu dan permen kecil di dalam kue.

Jika kue terjatuh, maka hal itu dianggap sebagai pertanda buruk dan menandakan nasib buruk bagi orang tersebut di tahun mendatang.

Masih berminat merayakan hari ulang tahun dengan kue dan lilinnya? Semua itu merupakan kepercayaan yang diyakini oleh orang non muslim untuk menyembah dewa mereka. Tidak khawatir jika hal tersebut membuat Allah cemburu, bahkan mungkin marah? [Sumber: tokenz]

HABIS

Artikel Terkait
Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.