Inilah Salah Satu Wanita yang Membuat Rasul Bahagia (2-Habis)

, Inilah Salah Satu Wanita yang Membuat Rasul Bahagia (2-Habis)Ketika pulang Hafshah melihat tabir kamar tidurnya tertutup, dan di dalamnya Rasulullah sedang bersama Maria Al-Qibtiyah. Melihat itu, Hafshah marah lalu menangis. Rasulullah SAW membujuk Hafshah, dan minta agar Maria Al-Qibtiyah meminta maaf kepada Hafshah, yang juga diminta untuk merahasiakan kejadian tersebut.

Namun, kejadian itu segera terdengar oleh istri-istri Nabi yang lain. Tentu saja Rasulullah marah dan bermaksud menceraikan Hafshah. Tapi Jibril menyarankan agar tetap mempertahankan Hafshah, karena dia adalah wanita yang teguh beriman. Maka Rasulullah pun mempertahankan Hafshah sebagai istrinya, terutama karena dia menyesali perbuatannya telah memberitahukan kejadian tersebut kepada para istri Nabi yang lain.

Sebagai pendamping Rasulullah SAW, Maria Al-Qibtiyah adalah wanita yang tabah dan sabar. Betapa tidak, Maria Al-Qibtiyah yang berparas cantik jelita dan berperangai lemah lembut, harus menghadapi kehidupan yang keras di negeri asing tanpa seorangpun yang melindunginya, kecuali Allah SWT dan Rasulullah SAW.

Pada tahun kedua bersama Rasulullah saw, Maria Al-Qibtiyah mengandung (hamil). Dan untuk menghindari kecemburuan istri-istri yang lain, Rasulullah SAW memindahkan Maria Al-Qibtiyah ke sebuah rumah di dataran tinggi Madinah yang udaranya cukup segar. Dia ditemani oleh saudaranya Sirin hingga saat melahirkan, yaitu pada bulan Dzulhijjah Tahun ke 8 Hijriyah. Dan di bidani oleh istri Abu Rafi’.

Ketika Maria Al-Qibtiyah melahirkan, Rasulullah SAW menunggu di ruang lain sambil shalat dan berdoa. Dan ketika istri Abu Rafi’ keluar dari kamar sambil memperlihatkan bayi itu kepada Rasulullah saw. Beliau gembira dan berterima kasih serta menyampaikan rasa hormatnya kepada bidan yang baik budi itu. Rasulullah SAW lalu mengangkat bayi lelaki tersebut dan memberinya nama Ibrahim (Nama datuk tertua bangsa Arab).

Pada tahun ke 16 Hijriyah, Maria Al-Qibtiyah wafat, ketika itu Rasulullah SAW, juga sudah lebih dahulu wafat. Yang menjadi khalifah pada waktu itu adalah Umar bin Khatthab. Istri Rasulullah SAW ini Maria Al-Qibtiyah di makamkan di Baqi, Makkah.

Maria Al-Qibtiyah sebagai Ummul mu’minin (ibu orang-orang mukmin) telah memberikan keberuntungan dan karunia istimewa dari Allah swt (subhanahu wa ta’ala) dengan melahirkan putra Rasulullah saw, yaitu Ibrahim. [santi/islampos/Dikutif dari: wanita di sekitar Rasulullah SAW/karya: S.Tabrani/Bintang Indonesia Jakarta]

Artikel Terkait
Anda mungkin juga berminat

Ruangan komen telah ditutup.