Innalillahi, Siswi Muslimah di Nigeria Masih Dilarang Kenakan Jilbab

0

, Innalillahi, Siswi Muslimah di Nigeria Masih Dilarang Kenakan JilbabMuslim di negara bagian Ondo, Nigeria selatan kini kembali menyerukan pemerintah untuk segera mengizinkan pemakaian jilbab di sekolah-sekolah sebagai hak dasar manusia bagi umat Islam.

“Beberapa kepala sekolah di Ondo telah melarang jilbab di dalam dan luar lingkungan sekolah. Ini jelas adalah provokasi bagi kami untuk mengakhiri larangan jilbab,” tegas Presiden Mahasiswa Muslim Society of Nigeria (MSSN) Negara bagianOndo, Sherif Busari kepada Nigeria Tribune.

Selain itu, The MSSN juga menuntut peningkatan jumlah orang-orang Arab dan guru Islam, selain mengalokasikan ruang doa bagi siswa Muslim.

Di sisi lain, pemerintah berjanji untuk tidak melakukan diskriminasi terhadap siswa Muslim, sejalan dengan pengumuman rencana untuk mempekerjakan lebih banyak guru bahasa Arab dan guru pendidikan agama Islam.

Jilbab Sebagai Pakaian Wajib, Bukan Simbol Agama.

Isu jilbab telah menjadi kontroversial di wilayah barat daya Nigeria di mana umat Islam menuduh lembaga-lembaga publik menyangkal hak muslimah untuk mengenakan jilbab, sebagaimana yang diizinkan oleh konstitusi.

Setidaknya tiga kasus pengadilan telah dilembagakan pada kasus yang berbeda, meskipun putusan pengadilan mengizinkan jilbab di lembaga publik tidak ada.

Beberapa tahun yang lalu, pemerintah Lagos telah melarang pemakaian jilbab di sekolah. Pakaian muslim juga dilarang di sebagian besar negara bagian selatan-barat.

Muslim telah menggugat pemerintah Lagos untuk memungkinkan siswa-nya dapat mengenakan jilbab di sekolah.

Pada bulan Mei tahun 2013, pemerintah Lagos resmi diterapkan untuk penyelesaian di luar pengadilan atas pemakaian jilbab di sekolah umum, dan mengakhiri masalah.

Para pemimpin Muslim mengatakan bahwa pelarangan jilbab melanggar hak-hak keagamaan siswa Muslim sebagaimana diuraikan dalam Konstitusi. [onislam]

Artikel Terkait
Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.