in

Jadi IRT, Bukan Kerjaan Gampang

Masak, cuci, seterika, bersih-bersih rumah, bermain dengan anak, menyuapi makanan, siapa sih yang tak bisa melakukannya? Tanpa harus sekolah tinggi-tinggi pun tak ada kesulitan. Begitulah umumnya pendapat orang. Tapi apakah memang benar demikian?

ibuMasak, cuci, seterika, bersih-bersih rumah, bermain dengan anak, menyuapi makanan, siapa sih yang tak bisa melakukannya? Tanpa harus sekolah tinggi-tinggi pun tak ada kesulitan. Begitulah umumnya pendapat orang. Tapi apakah memang benar demikian?

Jika tujuan membesarkan anak hanya sekadar supaya mereka tumbuh besar sih, mudah. Tetapi untuk mendapatkan anak yang berkepribadian tinggi dan berakhlaq mulia, sama sekali bukan pekerjaan gampang. Tak ada jaminan gelar profesor akan membuatnya mampu.

Sayangnya, memang untuk urusan mendidik anak ini belum ada sekolah formalnya. Akibatnya, orang mengira seorang wanita akan bisa melakukannya begitu saja secara naluriah. Ditambah lagi, urusan mendidik anak ini hasilnya tidak bisa dilihat dalam waktu dekat. Perlu waktu bertahun-tahun untuk bisa merasakan hasilnya, memiliki anak yang baik dan berakhlaq. Demikian pula bila ada kesalahan dalam mendidik, akibatnya mungkin baru ketahuan bertahun-tahun kemudian. Sehingga orang merasa sudah mendidik anaknya dengan baik, sekalipun yang ia lakukan hanyalah mendidik sesuai pendapatnya sendiri.

Anggapan menyepelekan ini sangat berbahaya, mengingat pendidikan anak adalah tugas yang sangat menentukan kualitas generasi muda ummat. Kenyataan membuktikan, bahwa kualitas generasi penerus ummat Islam masih sebatas kualitas ibunya saja. []

What do you think?

Written by

Writer di Rumah Keluarga Indonesia

Gadis Mata Satu

Tinggal di Tenda, dan Tahan Berapa Lama?