Jika Anak 3 Tahun Anda Belum Bisa Bicara

, Jika Anak 3 Tahun Anda Belum Bisa BicaraNormalnya anak usia 1,5 tahun sudah bisa mengucapkan minimal 5 kata secara konsisten seperti memanggil “abi, ummi, ini, itu, apa, nggak.” Saat memasuki usia 2 tahun anak sudah mampu merangkai kata sederhana.

Seorang anak digolongkan terlambat bicara jika umur anak sudah mencapai 2 atau 3 tahun tapi belum juga bisa berbicara dengan lancar atau hanya bisa mengucapkan potongan kata saja.

Anak yang mengalami keterlambatan bicara sebenarnya memiliki soaial-emosional dan perkembangan intelegensi yang normal seperti anak lainnya. Masalah anak terlambat bicara dialami 5-10 persen anak-anak usia prasekolah dan cenderung lebih sering dialami anak laki-laki ketimbang perempuan.

Pada usia 3-4 tahun, anak balita diharapkan telah memiliki beberapa kemampuan berbahasa sebagai berikut:

 Mengucapkan nama dan usianya
 Berbicara 250-500 kata
 Menjawab pertanyaan sederhana
 Berbicara dalam kalimat berisi 5-6 kata, dan dapat berbicara dalam kalimat lengkap pada usia 4 tahun
 Berbicara dengan jelas
 Bercerita (singkat, dengan bahasanya sendiri)

Meskipun demikian, beberapa anak mungkin sedikit terlambat dalam berbicara (namun mengerti apa yang kita maksudkan atau bicarakan dengannya), malu, atau anak sedemikian aktif sehingga kurang konsentrasi dalam menyimak kata-kata dan tidak bisa mengulanginya. Penyebab lain yang lebih serius adalah gangguan pendengaran, misalnya akibat infeksi telinga tengah kronis yang menyebabkan gendang telinga menjadi rusak dan pendengaran tidak berfungsi dengan baik atau gangguan perkembangan berupa ADHD (Attention Deficit Hyperactive Disorder).

Selama anak masih dapat mengerti saat diajak bicara atau diminta melakukan kegiatan sederhana (menandakan ia bisa mendengar dengan baik).

Yang perlu Ibu lakukan adalah lebih aktif menstimulasi kemampuan bahasanya, misalnya dengan cara:

 Membacakan cerita lebih sering kepadanya pada saat ia dalam kondisi tenang, misalnya sebelum tidur atau pagi setelah mandi. Bacakan cerita seperti kisah para Nabi, diikuti gerakan sesuai cerita, atau ceritakan apa yang ada di gambar.

 Gunakan bahasa dan kata-kata yang jelas, bukan lagi “bahasa bayi.”

 Saat mandi atau saat lainnya, terangkanlah nama-nama tubuhnya dan fungsinya, “ini hidung adik, hidung untuk mencium, dan seterusnya. Serta ulangi bersama-sama. Pastikan ada kontak mata untuk mengetes level perhatian anak.

 Buat scrapbook bersama-sama dengan anak menggunakan gambar kesukaannya (selain gambar makhluk hidup utuh), kelompokkan sesuai kesamaan, misalnya makanan, sekolah, dan lai-lain. Lakukan sambil mengulang nama-nama benda tersebut dan ajak si kecil bercerita tentang benda kesukaannya.

 Ulangi kata-kata yang ia ucapkan beberapa kali, dan pujilah jika ia berhasil mengucapkan kata atau kalimat dengan jelas.

 Gunakan pertanyaan yang membutuhkan jawaban darinya, misalnya saat ia ingin makanan atau minuman kesukaannya.

Disamping itu, Ibu juga dapat membawa anak ke klinik tumbuh kembang atau ke dokter anak untuk mengecek kondisi kesehatan anak secara keseluruhan. Dan apakah keterlambatan ini perlu intervensi medis ataukah tidak. [santi/islampos/konsultasisyariah]

Artikel Terkait
Anda mungkin juga berminat

Ruangan komen telah ditutup.