Jika Anak Penakut

, Jika Anak Penakut

Punya anak yang penakut sering kali membuat ribet kegiatan di rumah sehari-hari. Tapi walau begitu, tetap saja, sebagai orang tua, kita harus berusaha memahaminya dan mencari cara bagaimana mengatasinya. Nah, mungkin cara berikut ini bisa digunakan:

1. Berhenti memberi anak dongeng atau cerita-cerita yang menakutkan. Gantilah dengan dongeng atau cerita yang menginspirasi, menyemangati, dan menggembirakan.

2. Memberikan anak contoh bahwa orangtuanya bukanlah pribadi yang penakut. Kalaupun orangtua merasakan takut pada sesuatu, usahakan untuk menutupinya sehingga anak tidak mengetahui dan tidak tertular rasa takut tersebut. Katakan kepada anak bahwa takut merupakan sifat dasar manusia, tetapi tidak boleh berlebihan sehingga terlalu banyak hal yang ditakuti, padahal sebenarnya hal-hal tersebut tidak menakutkan atau tidak membahayakan.

3. Mengajak anak untuk menghadapi ketakutannya. Misalnya, ajaklah anak ke tempat gelap, bak mandi, memegang kupu-kupu, dan sebagainya, bergantung sumber dari rasa takut yang dirasakannya. Yakinkan anak bahwa hal-hal yang ditakutkannya tersebut lama sekali tidak menakutkan dan tidak membahayakan. Namun, jika penyebab takutnya memang bersifat membahayakan, ajarkan anak cara-cara aman untuk menghadapinya.

4. Jika penyebab ketakutan anak adalah trauma atas suatu kejadian di masa lalu, mintalah bantuan psikolog untuk menanganinya. Mintalah saran mengenai terapi yang tepat dan efektif untuk mengatasi ketakutan anak.

5. Memberikan rasa aman dan nyaman pada anak. Yakinkan anak bahwa semua pasti baik-baik saja. la dalam keadaan aman.

6. Memastikan pola asuh yang diterapkan orangtua tidak membuat anak merasakan ketakutan yang berkepanjangan. Jika ada pola asuh yang dirasa salah sebelumnya, segera koreksi dan perbaikilah.

7. Memberi pujian ketika anak menunjukkan perubahan perilaku yang menjadi lebih berani dibandingkan biasanya.

8. Memberi anak pengertian bahwa keberanian sangat dibutuhkan untuk keberhasilan masa depannya dan menguatkan pribadinya. [pendidikan karakter]

Artikel Terkait
Anda mungkin juga berminat

Ruangan komen telah ditutup.