Jika Istri dan Anak Memberatkan

0

keluarga muslimKetika seorang laki-laki telah memantapkan hati dan tekadnya untuk membina rumah tangga, maka ia memiliki tambahan kewajiban. Yakni memberikan keselarasan, keamanan, ketentraman dan kehidupan yang layak bagi istri dan anaknya. Maka, kewajiban sebagai seorang suami ialah memberikan nafkah dan membimbing istri dan anak agar selalu ada di jalan yang Allah ridhai.

Hanya saja, dalam firman Allah SWT yang terdapat di surat At-Taghabun ayat 14, diterangkan bahwa istri dan anak itu merupakan musuh bagi suami. Sebenarnya apa maksudnya ya?

“… Di antara istri-istri dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu…” (QS. At-Taghabun: 14).

Dalam ayat tersebut diterangkan bahwa “di antara” jadi tidak semua anak dan istri itu musuh bagi suami. Mereka yang menjadi musuh ialah yang memaksakan tuntunan berat. Sehingga suami atau ayah terpaksa melakukan perbuatan haram untuk memenuhi tuntutan mereka.

Hal ini terjadi bukan hanya karena kesalahan dari istri atau anak saja, melainkan dari keimanan seorang suami sekaligus ayah tersebut. Jika keimanan suami itu lemah, dia akan terpaksa mengikuti kemauan istri dan anak, sehingga terjerumus dalam gelimangan dosa.

Padahal, suami itu memiliki kedudukan yang lebih tinggi daripada istri dan anak. Suami lah yang memiliki kuasa mengatur rumah tangga, karena dialah pemimpin di keluarganya. Maka dari itu, jangan sampai terkalahkan oleh tuntutan yang menjerumuskan dari istri atau pun anak. Tapi, berilah peringatan dan bimbingan pada mereka agar mereka mengerti dan tidak memaksa Anda untuk melakukan hal yang bertentangan dengan syariat. []

Sumber: Anda Bertanya Islam Menjawab/Karya: Prof. Dr. M. Mutawalli as-Sya’rawi/Penerbit: Gema Insani

  Artikel Terkait

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

you're currently offline