Jika Memutus Silaturahim

 

, Jika Memutus SilaturahimDalam hidup ini tentu kita pernah mengalami kecewa terhadap orang lain, teman atau mungkin kerabat kita sendiri. Dan tak jarang pula kita baik langsung ataupun tidak, memutuskan hubungan dengannya. Padahal, tahukah Anda bahwa orang yang memutuskan silaturahmi adalah orang yang dilaknat oleh Allah.

Dosa yang dipercepat oleh Allah untuk diberi siksa di dunia dan akhirat adalah memutuskan silaturahmi (selain berbuat zalim). 0rang yang memutuskan silaturahmi doanya tidak dikabulkan oleh Allah. Orang yang memutuskan silaturahmi tidak akan masuk surga. Bila dalam suatu kaum terdapat orang yang memutus silaturahmi, maka kaum itu tidak akan mendapat rahmat dari Allah.

Allah berfirman, “Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan dimuka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan  Mereka itulah orang-orang yang dila’nati Allah dan ditulikan-Nya telinga mereka dan dibutakan-Nya penglihatan mereka,” (QS. Muhammad :22-23).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, 
“Tidaklah seorang muslim memanjatkan do’a pada Allah selama tidak mengandung dosa dan memutuskan silaturahmi melainkan Allah akan beri padanya tiga hal: [1] Allah akan segera mengabulkan do’anya, [2] Allah akan menyimpannya baginya di akhirat kelak, dan [3] Allah akan menghindarkan darinya kejelekan yang semisal.” Para sahabat lantas mengatakan, “Kalau begitu kami akan memperbanyak berdo’a.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas berkata,” Allah nanti yang memperbanyak mengabulkan do’a-do’a kalian”.” (HR. Ahmad)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, 
“Tidak ada dosa yang Allah swt lebih percepat siksaan kepada pelakunya di dunia, serta yang tersimpan untuknya di akhirat selain perbuatan zalim dan memutuskan tali silaturahmi,” (HR Tirmidzi)
Rasulullah shallallah ‘alaihi wa sallam bersabda 
“Tidak akan masuk surga orang yang memutuskan (silaturahmi)” (HR Bukhari dan Muslim)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda مٍ
“Rahmat tidak akan turun kepada kaum yang padanya terdapat orang yang memutuskan tali silaturahmi,” (HR Muslim).

“Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara. Karena itu, damaikanlah antara kedua Saudaramu dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat,”(QS. Al-Hujurat: 10)
. Silaturahmi merupakan wujud iman kita kepada Allah dan hari akhir. Dan juga dasar tegaknya Islam. Allah menyuruh kita untuk saling mengenal dan berbuat baik dengan sesama (An-Nisa: 36).

Dengan demikian, akan terwujud rasa kasih sayang yang terjalin dalam jalinan ukhuwah Islamiyah. Nikmatnya ukhuwah Islamiyah akan terasa bila sesama kita juga mengerti akan pentingnya saling membantu dalam kebaikan. Itulah yang kita harapkan. Bahkan semua orang merindukannya.

Semua orang memliki karakter tersendiri. Dan tentunya tidak sama. Walaupun mereka kembar siam, tapi sifat dan kepribadian tetaplah berbeda. Oleh karena itu, adalah hal yang wajar bila perselisihan bisa terjadi antar sesama kita. Apalagi tanpa dibentengi oleh iman yang kokoh. Perbedaan pendapat, mementingkan diri sendiri atau golongan, merupakan awal dari perpecahan. []

Artikel Terkait
Anda mungkin juga berminat

Ruangan komen telah ditutup.