Jilbab Anda, Gaul atau Syar’i?

Jika kita lihat sekarang, begitu banyak model jilbab. Di televisi, dalam sinetron-sinetron yang dianggap reliji—atau dipaksakan berbau reliji—para pemeran perempuannya mengenakan jilbab. Padahal keseharian mereka tidak demikian. Dan padahal lagi, mereka memakai jilbab juga karena “pesanan” sponsor.

Hingga dalam beberapa tahun terakhir ini, ada muncul istilah jilbab gaul. Kita, sebagai aktivis muslimah, tentu saja tidak akan memilih jilbab gaul. Nah, sebagai perbandingan, tentu kita mesti tahu apa itu jilbab gaul dan perbedaannya dengan jilbab syar’i.

1. Jilbab yang panjang dan tebal (tidak tipis dan tembus pandang)

Sesuai dengan yang ada di dalam Al-Qur’an, jilbab yang syar’i itu menutupi dada. Tidak dililit ke atas kepala atau dimodifikasi agar tidak panjang.

2. Menggunakan baju gamis atau baju yang longgar dan rok

Sudah jelas dalam Al-Qur’an, kita diwajibkan untuk menggunakan baju kurung atau baju yang tidak ketat memperlihatkan bentuk tubuh kita. Dan baju yang tidak ketat itu adalah gamis atau baju yang longgar dan rok.

3. Tak ada Punuk Unta

Para muslimah zaman sekarang menampakkan rambutnya yang digelungkan saat berhijab. Itulah yang dimaksud punuk unta. Bahkan lebih mirisnya lagi, kini sudah tersedia ciput yang ada punuk untanya. Dalam Islam ini dilarang. Berikut adalah hadist yang diriwayatkan oleh Muslim:

“Ada golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: [1] Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan [2] para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian” (HR. Muslim No. 2128)

Sudah jelaskan dalam hadist tersebut. Lebih baik jika yang berambut panjang bisa dikepang atau diikat biasa. Tidak digelungkan ke atas dan terlihat seperti punuk unta.

4. Menggunakan kaos kaki

Kaki termasuk aurat yang harus ditutup. Jadi ketika keluar rumah atau bepergian kemana pun, jangan lupa gunakan kaos kakinya. Sudah jelaskan batas-batas aurat kita. Semuanya aurat kecuali telapak tangan dan wajah. []

 

Artikel Terkait
Anda mungkin juga berminat

Ruangan komen telah ditutup.