Jima Itu Tak Harus Selalu Malam Hari, Kok!

 

, Jima Itu Tak Harus Selalu Malam Hari, Kok!Syeikh Ibnu Qayyim suatu kali mengatakan, “Maka dari itu Allah melebihkan jima’ pada siang hari daripada jima’ pada malam hari, karena alasan yang sifatnya naluri, yaitu karena biasanya indera menjadi pasif pada malam hari dan menuntut untuk diistirahatkan.”

Selama ini, mayoritas kita selalu melakukan hubungan intim dengan pasangan sah di malam hari saja. Maklum, malam hari sudah dianggap sebagai waktu dimana semua anak-anak sudah tidur, dan dengan segala aktivitas kegiatan yang lainya. Padahal, siang hari pun menyimpan keajaiban luar biasa dalam kemesraaan antara suami dan istri.

Melakukan hubungan seks di malam hari memang dianggap paling masuk akal. Namun sebenarnya tak ada ruginya mencoba menjalani kebiasaan baru. Suami-istri bisa mencoba mencari waktu yang lain, misalnya berhubungan intim di pagi hari atau siang hari yang menggairahkan.

Anda dan pasangan bisa mendapatkan pengalaman bercinta yang menyenangkan saat pagi atau siang jari, saat liburan, akhir pekan atau bahkan mencuri waktu di sela makan siang.

Sependapat dengan Ibnu Qayiim, juga dikemukakan oleh Ruqayyah Waris Maqsood. Ia menulis, “Baik untuk diingat bahwa dalam beberapa masyarakat Islam, waktu terbaik untuk seks bukanlah pada malam hari tetapi pada waktu istirahat siang hari. Ia tak mudah dilakukan kalau Anda bekerja sejak pagi hingga sore hari! Tetapi mungkin sesekali, Anda bisa masuk kamar satu jam lebih awal dari biasanya. Adalah hal yang menyebalkan bagi seorang istri jika satu-satunya perhatian yang diterimanya adalah “pemberitahuan” yang tiba-tiba tentang keinginan seks suaminya.”

Tetapi sebagian ulama berpendapat lain. Jima’ sebaik-nya dilakukan pada malam hari, apalagi bagi pengantin yang baru pertama kali melakukan “tugas sakralnya”. Lepas dari itu tidak ada batasan kapan suami-istri melakukan jima’, kecuali larangan berjima’ di siang hari pada bulan Ramadhan. Petunjuk-petunjuk dari As-Sunnah lebih menekankan pemenuhan segera ketika suami bangkit nafsu syahwatnya, serta tidak cepat-cepat menyudahi agar istri juga bisa ikut merasakan kenikmatan hubungan intim. Allohu alam. []

Artikel Terkait
Anda mungkin juga berminat

Ruangan komen telah ditutup.