Juraiz al-Abid dengan Ibunya

0

, Juraiz al-Abid dengan Ibunya

Kisah Juraij adalah kisah besar yang mengandung pelajaran-pelajaran dan nasihat-nasihat. Juraij adalah seorang ahli ibadah yang shalih di kalangan Bani israil. Dia membuat ibunya kesal karena dia mendatanginya selama tiga hari agar kedua matanya bisa melihatnya dan kedua telinganya bisa menyimak pembicaraannya. Setiap kali datang, dia pulang dengan tangan hampa karena Juraij sibuk dengan shalat dan ibadahnya. Maka ibu Juraij mendoakan kejelekan baginya dan Allah mengabulkan doanya.

Ibunya mendoakan agar Juraij tidak mati sebelum melihat wajah wanita pezina. Lalu seorang wanita pezina menuduh Juraij telah melakukan zina dengannya. Dia mengklaim bahwa Juraij adalah ayah dari bocah yang dilahirkanya. Akan tetapi, Allah menyelamatkan Juraij karena keshalihan dan ketakwaannya. Allah membuat bocah yang masih merah bisa berbicara. Dia memberitahu bapak yang ia diciptakan dari airnya. Dengan itu Allah menjawab doa ibunya dan membebaskannya dari tuduhan wanita pezina karena keshalihannya.

Bukhari meriwayatkan dalam Shahih-nya dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Tidak berbicara dalam buaian kecuali tiga orang: Isa. Dan di kalangan Bani Israil terdapat seorang laki-laki yang bernama Juraij. Dia sedang shalat. Lalu ibunya mendatanginya dan memanggilnya. Juraij berkata, ‘Aku menjawabnya atau meneruskan shalat.’ Ibunya berkata, ‘Ya Allah, jangan matikan Juraij sebelum Engkau membuatnya melihat wajah wanita pelacur.’

Pada waktu itu Juraij sedang berada di kuilnya, maka datanglah seorang wanita yang menawarkan diri kepadanya, tetapi juraij menolak. Lalu wanita itu mendatangi seorang pengembala dan melakukan zina dengannya. Wanita itu melahirkan seorang bocah. Wanita itu berkata, ‘Anak ini dari Juraij.’ Orang-orang pun mendatangi Juraij. Mereka menghancurkan kuilnya, mengeluarkannya dan mencacinya. Juraij lalu berwudhu melakukan shalat, kemudian mendatangi anak wanita itu. Juraij bertanya, ‘Wahai bocah, siapa bapakmu?’ Anak itu menjawab, ‘Fulan si penggembala.’ Orang-orang berkata, ‘Kami akan membengun kuilnya dari emas.’ Juraij menjawab, ‘Tidak. Cukup dengan tanah.’”

Muslim meriwayatkan dalam Shahihnya dari Abu Hurairah bahwa dia berkata, “Adalah Juraij sedang beribadah di kuilnya. Ibunya mendatanginya.” Humaid berkata, “Abu Rafi’ menjelaskan kepada kita penjelasan Abu Hurairah tentang penjelasan Rasulullah perihal ibu Juraij manakala memangilnya. Bagaimana ibunya mengangkat telapak tangannya di atas alisnya, kemudian dia mengangkat kepalanya untuk memanggilnya. Ibunya berkata, ‘Wahai Juraij, aku ibumu, kemarilah dan berbicaralah denganku.’ Kebetulan saat itu Juraij sedang shalat.

Juraij berkata, ‘Ya Allah, ibuku dan shalatku.’ Lalu Juraij memilih meneruskan shalatnya. Ibunya pun pulang. Kemudian ibunya kembali untuk kedua kalinya dan memangglnya, ‘Wahai Juraij, aku ibumu. Kemarilah dan berbicaralah denganku.’ Juraij berkata, ‘Ya Allah, ibuku dan shalatku.’ Lalu dia memilih shalatnya. Ibunya berdoa, ‘Ya Allah, ini adalah Juraij. Dia adalah anakku. Aku mengajaknya berbicara, tetapi dia menolak. Ya Allah, jangan Engkau matikan dia sebelum Engkau memperlihatkan kepadanya wanita pezina.’ Dia berkata, ‘Seandainya dia berdoa agar Juraij terfitnah, niscaya dia akan terfitnah.’

Ada seorang penggembala kambing yang bermalam di kuil Juraij. Lalu seorang wanita keluar dari desa. Penggembala itu menggaulinya. Wanita itu hamil dan melahirkan bayi laki-laki. Dia ditanya, ‘Apa ini?’ Wanita itu menjawab, ‘Dari penghuni kuil ini.’ Lalu orang-orang berdatangan dengan membawa kapak dan sekopnya. Mereka memanggilnya sementara dia sedang shalat. Maka Juraij tidak menemui mereka.

Mereka mulai merobohkan kuilnya. Manakala Juraij melihat itu, dia turun kepada mereka. Mereka berkata, ‘Tanyakan kepada wanita ini.’ Juraij tersenyum, kemudian mengelus kepala bayi dan bertanya, ‘Siapa bapakmu?’ Bayi itu menjawab, ‘Bapakku adalah penggembala kambing.’ Manakala mereka mendengar jawabanya, mereka berkata, ‘Kuilmu yang telah kami hancurkan akan kami bangun kembali dengan emas dan perak.’ Juraij menjawab, ‘Jangan. Kembalikan seperti semula dengan tanah.’ Kemudian Juraij pun masuk.”

Dalam riwayat Muslim dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Tidak berbicara dalam buaian kecuali tiga:Isa bin Maryam dan bayi Juraij. Juraij adalah seorang ahli ibadah. Dia membangun temnpai ibadah dan tinggal di dalamnya. Ibunya mendatanginya pada saat Juraij shalat. Ibunya memanggilnya, ‘Ya Juraij.’ Juraij berkata, ‘Ya Rabbi, ibuku dan shalatku.’ Lalu dia meneruskan shalatnya. Ibunya lalu pulang. Esok harinya ibunya mendatanginya lagi, sementara Juraij sedang shalat, Ibunya memanggil, ‘Wahai Juraij.’ Juraij berkata, ‘Ya Rabbi, ibuku dan shalatku.’ Lalu Juraij meneruskan shalatnya, maka ibunya pulang. Esok harinya ibunya kembali datang, sementara Juraij juga sedang shalat. Ibunya berkata, ‘Wahai Juraij. Juraij berkata, ‘Ya Rabbi, ibuku dan shalatku.’ Lalu Juraij meneruskan shalatnya. Ibu Juraij berkata, ‘Ya Allah, jangan matikan Juraij sebelum dia melihat wajah wanita pelacur.’

Lalu Bani Israil membicarakan Juraij dan ibadahnya. Di sana terdapat seorang pelacur yang terkenal cantik. Wanita itu berkata, ‘Jika kalian mau, aku akan merayunya.’ Lalu wanita itu menggoda Juraij, tetapi Juraij tidak meliriknya. Wanita itu kemudian mendatangi seorang pengembala yang berteduh di kuil Juraij. Dia berbuat mesum dengannya dan hamil. Ketika wanita itu melahirkan, dia berkata, ‘Anak ini dari Juraij.’ Lalu orang-orang mendatanginya dan menyuruhnya turun, menghancurkan kuilnya dan mulai memukulinya. Juraij bertanya, ‘Ada apa dengan kalian?’ Mereka menjawab, ‘Kamu telah berzina dengan pelacur dan dia melahirkan anak darimu.’

Juraij bertanya, ‘Mana bayi itu?’ Lalu mereka membawanya kepadanya. Juraij berkata, ‘Biarkanlah aku shalat.’ Lalu Juraij shalat. Selesai shalat Juraij menghampiri bayi itu dan menyentuh perutnya seraya bertanya, ‘Wahai bocah, siapa bapakmu?’ Bayi itu menjawab, ‘Fulan si penggembala.’ Lalu orang-orang mendatangi Juraij, mencium dan mengelus-elusnya. Mereka berkata, ‘Kami akan membangun kuilmu dari emas.’ Juraij menjawab, ‘Tidak usah. Bangunlah dengan tanah seperti semula.’ Dan mereka melakukannya.’”

Takhrij Hadis

Hadis ini diriwaytakan oleh Bukhari Muslim dalam Shahih-nya dari Abu Hurairah. Hadis ini dalam Shahih Bukhari ada pada Kitab Ahadisil Anbiya’, bab firman Allah, “Dan sebutlah Maryam dalam Al-Kitab.”(Maryam:16), 6/476, no.3436.

Bukhari meriwayatkan dalam bab tanpa judul (6/511), no.3466.

Bukhari meriwayatkan secara muallaq dalam Kitabul Amal Fis Shalah, bab jika ibu memanggil anaknya di dalam shalat, 3/78, no.1206.
Bukhari meriwayatkannya dalam Kitabul Madzalim, bab siapa yang menghancurkan tembok hendaknya dia membangun sepertinya, 5/126.
Diriwayatkan oleh Muslim dalam Kitabul Bir Was Shilah, bab mendahulukan Birul Walidain di atas shalat sunnah, 4/1976, no.2550. [indahnya-islam]

Artikel Terkait
Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.