Kalau Anak Masih Ngompol, Atasi dengan Cara-cara Ini (1)

0

Mengompol adalah lumrah terjadi pada seorang  bayi atau anak balita buang air kecil tanpa disadarinya saat sedang tidur (biasa pada malam hari). Bagaimana jika terjadi pada anak yang sudah agak besar sedikit, usia 3 sampai 6 tahun misalnya?

Dalam bidang kedokteran ngompol dikenal dengan istilah noctural enuresis yaitu keadaan dimana seseorang tidak dapat menahan keluarnya air kencing. Umumnya ditemukan anak balita usia di bawah 5 tahun masih mengompol di malam hari. Hal yang menarik lagi, ngompol sering dijumpai pada anak laki-laki dibandingkan anak perempuan.

Mengompol masih dianggap normal jika terjadi pada usia balita. Permasalahannya jika usia anak sudah diatas 5 tahun namun anak masih suka ngompol, tentu saja ini bisa merepotkan. Karena berdasarkan penelitian bahwa saat usia 5 tahun, anak seharusnya sudah bisa mengatur kapan waktunya harus buang air kecil ke toilet seiring dengan perkembangan otot-otot pada kandung kemihnya yang sudah stabil.

Beberapa penyebab pemicu anak mengompol  dikarenakan beberapa hal, antara lain : anak belum bisa menahan kencing saat ingin kencing, tidak terbangun saat kandung kemihnya penuh, sejumlah besar urine diproduksi saat malam hari.

Jika anda menemukan kondisi diatas, tidak usah khawatir, berikut ini ada 14 Tips ampuh mengatasi anak suka ngompol, sebagai berikut :

  1. Perlu kesabaran dan ketekunan dalam membantu anak mengatasi kebiasaan mengompol. Biasanya anak akan berhenti mengompol dengan sendirinya saat usianya 7 tahun.

  2. Jangan memarahi atau menghukum anak jika ia mengompol ketika tidur. Kemungkinan anak belum bisa mengatur fungsi kandung kemihnya dengan baik, dan saat kandung kemih penuh,anak sudah terlanjur tidur dengan nyenyak sehingga ia mengompol. Memarahi atau menghukum anak, bukan malah membuat anak  sembuh dari mengompol, namun justru akan membuat anak jadi merasa tertekan (stress)

  3. Banyak minum air putih dan mengurangi minum soda. Soda mengandung bahan perangsang metabolisme tubuh yang memicu peningkatan air seni dalam kandung kemih anak. [Sumber: bambang-warsita.blogspot.com]

BERSAMBUNG

 

Artikel Terkait
Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.