Kalau Anak Masih Ngompol, Atasi dengan Cara-cara Ini (2-Habis)

0
, Kalau Anak Masih Ngompol, Atasi dengan Cara-cara Ini (2-Habis)
foto: tipsanakbayi.com

4. Melatih anak untuk bisa menahan kencing untuk beberapa saat jika ia ingin kencing meski kandung kemihnya sudah mulai penuh. Cara ini akan melatih anak untuk dapat mengontrol otot kandung kemihnya

5. Mengajarkan dan mengingatkan anak dengan lembut sebelum tidur, bila ia hendak buang air kecil agar segera bangun dan pergi ke toilet.

6. Orang tua harus memantau perilaku anak yang sudah mulai gelisah ketika hendak buang air kecil. Jika kondisi tersebut terlihat, segera bawa anak ke toilet

7. Biasakan anak Anda untuk buang air kecil terlebih dahulu sebelum pergi tidur serta biasakan anak bangun malam hari untuk buang air kecil ke toilet dan kemudian kembali ke tempat tidur. Caranya bisa dengan memasang alarm yang di-set pada jam tertentu misal 4-5 jam setelah ia tertidur.

8. Tetap gunakan diapers selama masa adaptasi anak dalam membiasakan diri untuk bangun dan buang air kecil ke toilet.

9. Lapisi kasur dengan pelapis atau perlak tahan air, agar kasur tidak basah terkena air seni anak yang mengompol.

10. Menggunakan alarm kelembaban dengan probe clip-on sensor yang diletakan pada bagian luar dari sprey. Alarm akan menyala saat anak mulai mengompol dan akan membangunkan anak, kemudian orang tua membimbingnya ke toilet untuk menyelesaikan buang air kecil, dan setelah itu ia dapat kembali tidur. Teknik ini  bertujuan untuk melatih dan mengkondisikan otak  agar merespon pesan dari kandung kemih anak selama tidur sehingga ia menjadi terbiasa bangun untuk pergi ke toilet jika ingin kencing.

11. Berikan pujian ketika anak tidak mengompol pada malam hari, katakan bahwa anda sebagai orang merasa senang dan bangga bahwa ia sudah berusaha untuk tidak mengompol

12. Berikan konsekuensi pada anak jika masih suka mengompol (bukan hukuman), seperti mengajaknya untuk mencuci bekas ngompol, mengganti spray, dan celana bekas ia ngompol, sehingga diharapkan anak akan sadar bahwa ada konsekuensi kalau ia mengompol

13. Jika anak mengalami masalah emosional (psikologi) seperti merasa tertekan, konflik, mendapat perlakuan kasar, suasana keharmonisan dalam keluarga, dsb. cobalah untuk mengajaknya berbicara atau bercerita dan anda harus siap untuk mendengarkannya.

14. Untuk kasus mengompol yang disebabkan masalah fisik seperti : Infeksi saluran kemih, kelainan struktural atau anatomi, kelainan sistem syaraf yang mengontrol kencing, tentunya harus segera ditangani dengan membawa anak ke dokter agar dapat segera dilakukan pengobatan secara medis. [Sumber: bambang-warsita.blogspot.com]

HABIS

Artikel Terkait
Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.