Kalau Jima untuk Mendapatkan Keturunan

, Kalau Jima untuk Mendapatkan Keturunan

Untuk sebagian pasangan suami-istri, terutama yang masih pengantin baru, sering kali jima bukan hanya sekadar untuk kepuasaan badaniah semata.

Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan jika ingin jima dengan suami. Atur waktu dengan tepat. Lakukan perhitungan kehamilan atau masa subur dengan lebih teliti. Dan atur waktu pelaksanaan jima itu sendiri. Lakukan jima dengan posisi yang benar dan dapat meningkatkan peluang kehamilan. Berkaitan dengan hal pertama, Anda (wanita) harus belajar terlebih dahulu menghitung masa kesuburan, karena pada masa-masa seperti inilah sel telur yang ada di rahim akan lebih mudah dibuahi oleh sperma saat berjima dengan suami.

Untuk menghitung fertilisasi sebenarnya cukup mudah. Masa subur biasanya pada hari ke-12 hingga 16 sejak hari pertama haid. Masa itu dianggap sebagai masa subur seorang wanita, sehingga dengan melakukan jima pada masa-masa tersebut maka peluang Anda untuk hamil lebih besar. Tapi jika Anda tidak yakin dengan penanggalan siklus menstruasi, masa subur bisa dideteksi dengan cara lainnya.

Beberapa cara lain untuk mengetahui masa subur pada seorang wanita adalah melalui observasi terhadap lendir serviks dan juga suhu basal tubuh. Pada saat memasuki masa subur, lendir serviks akan berubah menjadi lebih kental dan lengket. Warnanya putih bersih dan biasanya tidak bisa dipisahkan dengan tangan. Jadi jika Anda mendapati hal tersebut berarti dapat dipastikan Anda sedang mengalami masa subur.

Sedangkan untuk observasi suhu basal tubuh, yang harus Anda lakukan adalah mengukur suhu tubuh sesudah bangun tidur dan sebelum melakukan kegiatan apapun. Kenapa setelah bangun tidur dan sebelum melakukan aktivitas apapun? Alasannya karena suhu tubuh pada waktu tersebut merupakan suhu normal seseorang dalam keadaan santai dan belum begitu terpengaruh dengan suhu di sekitarnya.

Posisi dengan panggul Bunda lebih tinggi merupakan posisi yang bagus karena sperma akan lebih banyak tertampung langsung di dalam rahim. Usahakan juga untuk selalu rileks ketika berjima.

Dan satu hal yang pasti, jangan pernah melupakan dan meninggalkan doa. Doa sebelum melakukan hubungan suami istri sebagai berikut:

بِسْمِ اللهِ اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا

“Bismillah Allahumma jannibnaasy syaithaan wa jannibisy syaithaan maa razaqtanaa.”

“Dengan Nama Allah, ya Allah jauhkan setan dari kami dan jauhkan setan dari (anak) yang Engkau berikan kepadakami], maka sesungguhnya jika ditakdirkan diantara keduanya didalam persetubuhan itu akan mendapat anak, niscaya setan tidak akan membahayakan anak itu selamanya,” (Hadits Shahih riwayat : Bukhari 1/45,6/141, Muslim 4/155, Abu Dawud no. 2161, Darimi 2/145, Ibnu Majah no. 1919, Baihaqi 7/149, Ath-Thiyalis no. 2705, Ahmad 1/216, 217, 220, 243, 283, 286, Termidzi, Nasa’i, Ibnu Abi syaibah).

Artikel Terkait
Anda mungkin juga berminat

Ruangan komen telah ditutup.