in

Kalau Mau Masuk Surga …

tamanSiapa  sih yang tidak mau masuk surga? Tempat yang paling indah dan tidak bisa kita temukan di dunia ini. Semua orang tentu menginginkannya, bahkan orang jahat sekali pun. Keindahan dunia ini tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan surga. Maka, marilah berlomba-lomba untuk menggapainya.

Layaknya memasuki tempat wisata, masuk surga pun harus bayar. Bagaimana membayarnya? Yakni dengan memberikan jaminan selama kita hidup di dunia. Apa saja jaminan tersebut?

Al-Faqih berkata: Muhammad bin Al-Fadl menceritakan kepada kami, Muhammad bin Ja’far menceritakan kepada kami, Ibrahim bin Yusuf menceritakan kepada kami, Isma’il bin Ja’far menceritakan kepada kami dari Umar bin Al-Muththalib bin Hathab dari Ubbadah bin Ash-Shamit RA, bahwasanya Nabi SAW bersabda, “Buatkanlah jaminan enam hal kepadaku tentang dirimu, maka aku akan menjamin kamu masuk surga, (yaitu) jujurlah bila kamu berkata, tepatilah bila kamu berjanji, tunaikanlah bila kamu dipercaya, peliharalah kemaluanmu, pejamkanlah matamu dan jagalah kedua tanganmu.”

Al-Faqih berkata bahwa pernyataan Nabi SAW mengenai enam hal tersebut meliputi segala kebaikan.

1. Jujur dala perkataan, di situ termasuk pula kaliat tauhid dan yang lainnya. Bila seseorang bersaksi bahwa tidak ada Tuhan kecuali Allah, maka ia akan jujur baik kepada dirinya sendiri maupun kepada orang lain.

2. Menepati janji, baik janji kepada Allah maupun janji kepada sesama manusia. Janji antara dirinya dengan Allah, yaitu janji untuk selalu berada dalam keadaan iman sampai ia meninggal dunia, sedangkan janji antara dirinya dengan sesama manusia, yaitu menepati segala apa yang ia janjikan.

3. Menunaikan apa yang dipercayakan kepadanya. Di sini juga mengandung dua pengertian, yaitu amanah antara dirinya dengan Allah dan amanah antara dirinya dengan sesama manusia. Menunaikan amanah Allah adalah dengan melaksanakan segala apa yang difardhukan oleh Allah kepada hamba-Nya, di mana ia harus mengerjakan tepat pada waktunya. Sedangkan menunaikan amanah kepada sesama manusia adalah dengan menjaga apa yang dipercayakan seseorang kepadanya, baik itu berupa harta benda, ucapan dan lain-lain.

4. Memelihara kemaluan, mengandung dua pengertian, yaitu memelihara kemaluan dari perbuatan yang jelas-jelas haram dan yang syubhat, dan memelihara kemaluannya untuk tidak dilihat oleh orang lain, karena ada hadir Nabi SAW yang berbunyi, “Allah mengutuk orang yang melihat dan dilihat.”

Oleh karena itu, setiap muslim wajib menjaga kemaluannya sewaktu bersuci supaya tidak dilihat oleh orang yang tidak diperbolehkan untuk melihatnya.

5. Memejamkan mata dari aurat orang lain dan dari keelokan wanita yang tidak diperbolehkan untuk melihatnya, dan melihat dunia dengan pandangan ingin memiliki, sebagaimana firman Allah SWT, “Dan janganlah engkau tujukan pandangan matamu kepada kenikmatan yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan dari mereka, (sebagai) bunga kehidupan dunia agar Kami uji mereka dengan kesenangan itu,” (QS. Thaha: 131).

6. Menjaga kedua tangan dari perbuatan yang haram, mengambil harta orang lain dan lain sebagainya. []

Sumber: Terjemah Tanbihul Ghafilin Peringatan bagi Orang-orang yang Lupa 1/Karya: Abu Laits as Samarqandi/Penerbit: PT Karya Toha Putra Semarang

What do you think?

Written by

Writer di Rumah Keluarga Indonesia

Semangat Shalat, Yuk!

musliohong, haram, hukum berbohongmah, berb

Hati-hati, Ini Dandanan yang Haram untuk Muslimah