Kalau Suka Bercermin

, Kalau Suka BercerminAnda suka bercermin? Apa yang anda lihat ketika pertama kali bercermin? Ketika bercermin tentunya seseorang akan melihat pertama yang dilihat adalah wajahnya.

Masing-masing cermin punya sudut pandang sendiri. Bayangan yang ditampilkannya pun sangat bergantung pada mutu cermin. Tentu akan beda antara bayangan cermin.

Bercermin sering kali dikaitkan dengan wanita yang sering bersolek. Bercermin nya wanita dianggap kewajaran diumum untuk memperindah penampilan, hingga dirinya merasakan sempurna.

Sebagian besar wanita memang sering mencemaskan penampilan dan selalu ingin terlihat sempurna, sehingga wajar apabila dalam kehidupan sehari-hari seorang wanita suka memeriksa penampilannya sendiri di depan cermin. Jika kebiasaan bercermin dilakukan dengan sewajarnya dan seperlunya saja, maka hal itu tidak akan menjadi masalah.

Namun jika kebiasaan tersebut dilakukan dengan berlebihan, berpotensi dapat membawa dampak negatif bagi kesehatan jiwa. Selain itu juga akan menjadikan diri kita tidak bersyukur pada Allah SWT.

Dilansir dari Dailymail, seorang psikolog bernama Andrew Hill dari Leeds University School of Medicine mengemukakan bahwa terlalu lama bercermin bukanlah hal yang baik dan dapat menimbulkan stress dan rasa cemas. Hal ini dikarenakan ketika seseorang yang sehat terlalu lama bercermin, dia akan mulai fokus pada ketidaksempurnaan.

Kekurangan fisik yang dirasakan oleh penderita BDD dapat membuat mereka malu untuk tampil di depan umum, bertemu orang lain, maupun dilihat orang lain. Penderita yang sudah sangat kronis biasanya lebih memilih untuk mengurung diri dan berisiko tinggi membunuh diri.

Oleh karena adanya risiko seperti itulah, sangat dianjurkan kepada siapapun untuk menghindari kebiasaan bercermin terlalu lama.

Normalnya, waktu yang dihabiskan untuk bercermin rata-rata hanya sekitar 20 menit setiap harinya bagi wanita. Bercermin hingga berjam-jam sangat berpotensi dapat meruntuhkan rasa kepercayaan diri, karena biasanya orang akan mulai menyoroti setiap kekurangan yang dimiliki. Inilah indikasi awal munculnya BDD.

Kjerstin berusaha menumbuhkan kepercayaan dirinya dengan proyek “bebas cermin” tersebut. Awalnya dia mengalami kesulitan saat harus hidup tanpa bercermin, seperti misalnya kesusahan saat memakai make up, namun lama kelamaan dia menjadi terbiasa. Proyek ini membawa efek positif dalam kehidupan Kjerstin. Berkat proyek tersebut, Kjerstin mulai merasa lebih fokus dalam hidup dan kepercayaan dirinya pun meningkat. Dia tidak lagi melulu mencemaskan penampilan fisik dan mulai bersyukur akan keadaannya sendiri.

Kesyukuran yang dilakukan akan menyampaikan kita kepada kemuliaan kita dihadapan Allah. Sebagaimana dalam firman Allah SWT: surat Ibrahim ayat 7 & 8: (7) “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan. ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni’mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni’mat-Ku)’.”

Nah, jadi khususnya bagi para wanita yang suka berlama-lama di depan cermin, mulai sekarang sebaiknya hilangkanlah kebiasaan tersebut. Namun ingatlah bahwa masih ada banyak hal lain yang lebih penting daripada sekedar penampilan. Saat bercermin pun, jangan hanya fokus pada kekurangan yang ada di dalam diri. Percayalah bahwa tidak ada sesuatu yang sempurna. [ ]

Sumber:
www.sobatcantik.com
radiopengajian.com

Artikel Terkait
Anda mungkin juga berminat

Ruangan komen telah ditutup.