Kalau Terlalu Memanjakan Anak, Awas Hati-hati!

, Kalau Terlalu Memanjakan Anak, Awas Hati-hati!Apapun yang ‘terlalu’ akan selalu menghasilkan efek buruk. Begitu juga dengan memanjakan anak. Bila kita terlalu memanjakan anak akan membawa dampak perkembangan anak yang tidak baik di kemudian hari.  Memanjakan anak secara berlebihan merupakan sebuah kesalahan besar yang menyebabkan rapuhnya jiwa anak.

Muhammad Al-Hamd dalam bukunya nenegaskan bahwa mendidik anak dengan pemanjaan akan merusak fitrah/naluri baik anak, melenyapkan  keistiqomahan, membasmi kewibawaan dan keberaniannya. Sehingga, anak tumbuh dan terbiasa hidup mewah, royal, bersuka ria, egois, dan hanya mementingkan diri sendiri.

Abdullah Nashih Ulwan menegaskan bahwa pemanjaan yang berlebihan akan menumbuhsuburkan sifat penakut dan rendah diri, menghilangkan kejantanan dan keberaniaan, melemahkan rasa percaya diri anak, mengarahkan anak, padaa peyimpangan dan keinginan untuk mengasingkan diri dari teman-temannya.

Muhammad Rasyid Dimas menyebutkan dampak buruk pemanjaan terhadap kepribadian anak, yakni:

1.  Anak tidak mandiri dan tidak mau melakukan sesuatu kecuali bila mendapat bantuan orang lain. Ia mengalami keterlambatan kematangan.

2. Anak akan terus-menerus minta perlindungan dan tidak mudah melepaskan  diri dari orang tuanya.

3.  Anak tidak memiliki kesadaran akan tanggung jawab dan tidak menghormati tanggung jawab.

4.  Anak memiliki sikap egois dan posesif(selalu ingin memiliki). Dan jika keinginannya tidak terpenuhi ia sangat mudah putus asa.

5. Anak kurang memiliki rasa percaya diri, tidak bisa membuat kepuusan, mersa selalu gagal dan merasa selalu kalah dalam menghadapi lika-liku serta problematika kehidupan.

6. Anak tumbuh menjadi orang yang acuh taka cuh dan tidak mengindahkan aturan.

Pendidikan anak yang memanjakan sama halnya  dengan pendidikan anak  yang penuh kekerasan, dalam hal “menindas” perkembangan jiwa  anak. Pendidikan yang keras menindas rasa percaya diri dan motivasi anak, sedangkan  Pendidikan yang memanjakan menindas kemandirian anak. Mendidik anak dengan dua pola pendidikan tersebu akan menjadikan anak tumbuh dalam kondisi kejiwaan yang pincang. Anak kita menjelma menjadi sosok pribadi yang selalu minder, mudah putus asa, tidak memiliki semangat untuk  maju dan selalu menggantungkan diri pada orang lain.

Oleh karena itu, para orangtua perlu berhati-hati dalam memanjakan anak. Anak biasanya dimanjakan dengan berbagai macam cara, seperti:

1. Memenuhi segala keinginan anak.

2. Membiarkan dan membolehkan anak berbuat sekehendak hatinya. Dalam artian, tidak membiasakan anak dengan peraturan, kepatuhan, dan tata krama.

3. Memberikan seribu satu pelayanan dan perlindungan kepada anak supaya anak terhindar dari kesulitan.

Masih banyak orang yang beranggapan bahwa anak-anak yang dimanjakan hanyalah anak-anak orang kaya. Sebetulnya hal memanjakan anak tidak tergantung pada kaya atau miskin lingkungan keluarga tersebut. Hal ini lebih dipengaruhi pada wawasan orangtua tentang cara-cara mendidik anak yang baik.

Penyebab anak dimanjakan

1. Orangtua memenuhi semua permintaan anak karena takut pada kesulitan yang ditimbulkan jika permintaan anak tidak dipenuhi. Anak yang tidak dipenuhi permintaannya biasanya akan menangis, rewel, atau marah. Hal ini kerap membuat repot bagi orangtua. Oleh karena itu, sebagian orangtua lebih baik memenuhi permintaan anak supaya terhindar dari rengekan, tangisan, amarah, atau kesulitan-kesulitan lain yang ditimbulkan anak.

2. Orangtua menganggap kepentingan anak harus didahulukan demi kebahagiaan anak. Orangtua semacam ini bersikap lunak kepada anak. Mereka tidak tega mengatakan “tidak” pada permintaan anak. Mereka melayani dan memudahkan kehidupan anak. Mereka takut jikalau tidak memenuhi permintaan anak akan membuat anak benci kepada mereka.

3. Orangtua lalai mengajarkan kedisiplinan pada anak. Orangtua tidak menegur anak yang berbuat salah atau berbuat nakal. Anak lupa untuk dibiasakan peraturan, kepatuhan, dan tata krama. [psi-pendidikan/ Selamat, Anak Anda Luar Biasa oleh Muhammad Albani]

Artikel Terkait
Anda mungkin juga berminat

Ruangan komen telah ditutup.