Kapan Mau Dijilbab, Jadinya? (2-Habis)

, Kapan Mau Dijilbab, Jadinya? (2-Habis)Takut tidak disukai kaum Adam karena berkerudung, susah laku dan menjadi perawan tua. Itukah masalahnya? Bukankah banyak juga yang berkerudung bahkan telah menikah? Tapi kalau calon suami tidak suka jika kita memakai kerudung. Berarti lelaki itu tidak layak untuk menjadi imam karena dia tidak taat kepada Allah di depanmu, siapa yang akan menjamin jika di belakang kita dia jujur?

Susah mencari pekerjaan, banyak bos yang tidak suka dengan dandanan ala arab seperti ini. Lalu akan memebantah perintah Allah demi pekerjaan, sebenarnya siapa yang memberi kita rezeki? Allah atau bos? Kita juga tidak diperbudak oleh budaya arab, ini sebuah simbol ketaatan kepada Allah karena bangsa arab tidak ada yang menggunakan jilbab atau kerudung.

Agama ini terlalu sempit, hanya melihat perempuan dari kerudung dan jilbab. Bukankah sekularisme, yang memisahkan agama dari unsur kehidupan juga hanya melihat perempuan dari paras dan lekuk tubuh?

Jilbab itu hanya simbol penindasan laki-laki terhadap perempuan, yang mengadakan acara miss universe dan melarang memakai jilbab siapa ya? Laki-laki juga.

Biasanya setelah itu, perempuan tidak ingin ada siapapun yang ikut campur dalam hal gaya berpakaian. Sayangnya, tayangan televisi, majalah, ataupun sinetron secara tidak sadar telah mengendalikan gaya berpakaian perempuan.

Belum lagi, memakai kerudung itu membuat kulit kepala panas, ketombe bermunculan, pusing juga ikut menemani. Kata siapa? Jutaan orang di dunia menggunakan kerudung tapi tidak ada satupun yang mengeluhkan hal itu. Itu hanya mitos dan isu semata.

Berkerudung itu tidak dibutuhkan pengalaman yang lama, seperti saat akan melamar pekerjaan karena berkerudung itu seperti menikah. Pengalaman tidak diperlukan maka keyakinan dalam hati akan menyusup dalam kalbu.

Begitu juga dengan masalah kesiapan, kerudung tidak butuh kesiapan. Mau menunggu kesiapan datang, sampai kapan? Maut yang menjemput tidak akan bertanya terlebih dahulu tentang kesiapan kita. Belum siap karena nanti ibu kita berkata “Kamu terlalu fanatik, nak.” Coba tuturkan dengan lembut kepada ibu jika tanda cinta kita kepadanya adalah menaati Allah pencipta-Nya.

Bagaimana dengan aktifitas nongkrong, clubbing, dan gossip karena tidak mungkin melakukan hal itu dengan pakaian yang menutup aurat. Itu perubahan yang baik, kenapa harus kita tolak kehadirannya?

Masih saja ada yang berpikiran jika berkerudung itu tidak wajib. Lau, untuk apa Rasulullah saw. memerintahkan kewajiban itu terhadap seluruh perempuan muslim di dunia?

Keyakinan dan kesiapan kita untuk berkerudung bukan datang begitu saja. Hidayah memang hak mutlak yang Allah miliki tapi ada wujud nyata yang harus kita lakukan. Lebih bertaqarrub lagi kepada-Nya supaya hidayah cepat tergapai. Karena saat kita melangkah satu jengkal saja, Allah akan mendekat satu depa dengan kita. Apalagi jika satu depa, maka Allah akan lebih mendekat dari langkah yang kita miliki.

Tunggu apalagi, mari berjilbab. Karena umur yang kita miliki tidak kita ketahui sampai mana batasnya. []

Artikel Terkait
Anda mungkin juga berminat

Ruangan komen telah ditutup.