in

Kaya, Terkenal, dan Bunuh Diri

 

Robin-WilliamsRobin Williams—ya, aktor kawakan Hollywood itu—ditemukan mati. Semua orang, utamanya di media sosial, orang ramai membicarakan soal film-film Williams yang sangat menyentuh, dan “keluarga sekali”. Sebut saja, Good Will Hunting, Dead Poet Society, Van, Jumanji dan lainnya.

Di (hampir) semua filmnya, Williams adalah seorang lelaki, atau seorang ayah yang begitu dekat dengan anak-anak, lingkungan, dan dirinya sendiri. Dan atas “prestasinya” itu pula, dunia menjadi layak memberitakan William terus-menerus selama hampir 24 jam belakangan ini.

Di balik film, bunuh dirinya mau tak mau membuka semua syak wasangka dan kengerian Barat atas lingkungan dan masa depannya: untuk apa hidup berlimpah materi dan apa yang terjadi pada mereka setelah hidupnya selesai? Apakah setelah mati, persoalan-persoalan hidup otomatis selesai? Baik bagi yang ditinggalkan di dunia, atau baginya sendiri.

Williams mengalami depresi dalam beberapa tahun terakhir. Jubir pihak keluarga, Mara Buxbaum, mengakui bahwa Williams selama ini memang sedang berjuang melawan depresi berat. “Ia bertarung melawan depresi parah akhir-akhir ini. Ini adalah sebuah kehilangan besar,” kata Buxbaum.

Suatu kali, Williams diwawancara oleh Guardian dan menceritakan pengalaman bekerjanya di Alaska pada 2003. Saat itu ia mengaku depresi karena merasa ‘kesepian dan ketakutan’. Satu-satunya jalan yang paling mungkin bagi Williams adalah mabuk-mabukan. Itu berjalan selama tiga tahun. Ia menjadi seorang alkoholik yang superberat hingga sampai akhirnya pihak keluarga membawanya ke pusat rehabilitasi.

Apa yang ditakutkan oleh Williams? Tak ada yang tahu, mungkin hanya dia dan keluarganya saja. Namun di usia 63 tahun, normal orang sudah berpikir akan akhir hidup di dunia.

RIP, Williams! Tapi apa betul Williams meninggal dengan tenang? Bahkan semasa hidupun ia tidak mendapatkan ketenangan itu. Jika ya, mengapa ia bunuh diri?

Kematian satu orang Williams—bunuh diri lagi!—membuat dunia begitu murung. []

What do you think?

Written by

Writer di Rumah Keluarga Indonesia

Jika Ingin Suami Anda Romantis, Maka … (2-Habis)

5 Cara Nikmati Jima bersama Suami