Keajaiban Setelah Shalat Dhuha (1)

, Keajaiban Setelah Shalat Dhuha (1)Shalat dhuha merupakan salah satu shalat sunnah. Dikerjakan setelah terbit matahari sampai menjelang waktu dzuhur. Dilakukan sedikitnya dua rakaat. Shalat dhuha ini bermanfaat sebagai pembuka pintu rezeki. Dan di bawah ini adalah kisah seseorang yang mendapat keajaiban setelah melaksanakan shalat dhuha.

Seseorang pernah memberi testemoni (kesaksian), bahkan dirinya merasakan hal yang luar biasa dari sholat dhuha yang ia kerjakan.

Awal ia sebagai seorang mandor pada penerbitan. Karena krisis moneter, ia di rumahkan. Pesangonnya tak cukup banyak. Satu-satunya harta yang masih tersisa adalah rumah.

Harta kebutuhan pokok terus meroket. Pesangonnya habis untuk makan. Ia mencari pekerjaan kemana-mana namun gagal. Pikirannya semakin kalut, jalan hidupnya jadi buntu. Untunglah ia masih memiliki iman sehingga menyandarkan nasibnya kepada Allah.

Di saat seperti itu, ia menemukan lembaran khutbah jum’at. Secara iseng ia membacanya, materinya tentang keajaiban shalat dhuha dalam meraih rejeki. Hatinya tergugah. Lelaki tersebut segera mengambil wudhu dan menunaikan shalat dhuha. Ia menghadapkan jiwa raganya kepada Allah. Ia mengadukan nasibnya kepada sang pemilik arsy dan pemilik kekayaan di jagat raya ini.

Ketika mengangkat tangan bertakbiratul ikhram, hatinya bergetar. Saat itulah ia mulai melangkahkan jiwanya ke gerbang sang maharaja. Ketika ia rukuk, merasa dirinya barada di hadapan-Nya.

Ketika sujud, secara totalitas diserahkan nasib dan segala urusan di bawah kekuasaan Tuhan. Dalam setiap detakan jantung, seakan-akan ia berbicara dalam tangis agar Allah berkenan menolongnya. Siapa lagi yang dapat menolong dan membebaskan dirinya dari kesulitan hidup kalau bukan Allah SWT.

Di saat-saat seperti itu dirinya seakan-akan lebur sehingga sama sekali merasa hina di hadapan Tuhannya. Tulang belulang dan urat nadinya terasa lemas tak berdaya, karena segala daya dan upaya hanyalah di tangan Allah.

Selesai menghadap Tuhannya, ia menutup shalat dhuha dengan ucapan salam. Ia tak langsung beranjak dari sajadahnya. Ia menyempatkan diri untuk berdo’a, do’a yang dipanjatkannya adalah istighfar, yakni permohonan ampun kepada Allah karena ia takut jangan-jangan saat menghadap tadi ada perilaku yang kurang sopan.

Kedua ia meminta ampunan segala dosa di masa lalu. Baik yang disengaja maupun tidak, baik yang tampak maupun yang tersembunyi. Do’anya dilanjutkan dengan mengagungkan Allah sebagai Tuhan satu-satunya yang disembah dan dimintai pertolongan.

Selanjutnya ia mencurahkan semua yang membebani pikirannya. Ia memohon agar kiranya Allah berkenan memberi jalan keluar agar terbebas dari kesulitan hidup.

Setelah ia beranjak pergi ke rumah dengan maksud mencari nafkah. Namun hari itu tidak punya tujuan pasti. Di tengah perjalanan ia teringat bahwa silaturrahmi dapat menambah rezeki. Langkahnya diubah. Ia mendatangi beberapa temannya. Siapa tahu dari mereka mendapatkan informasi tentang pekerjaan.

BERSAMBUNG

Artikel Terkait
Anda mungkin juga berminat

Ruangan komen telah ditutup.