Keajaiban Setelah Shalat Dhuha (2-Habis)

0 545

shalatSatu dua hari keadaannya tidak berubah. Ia tidak mendapatkan apa-apa dari para temannya. Namun keadaan itu tidak mengubah semangat dan keyakinannya bahwa Allah adalah pemilik rezeki yang berhak memberi kapada siapa saja.

Ia tidak surut langkah dan tidak berputus asa. Dilakukan shalat dhuha setiap pagi. Seperti biasanya ia lalu pergi keluar rumah dengan tujuan mengubah nasib dan menjeput rezeki.

Ikhtiar itu di lakukannya hampir setiap bulan lamanya. Suatu ketika, setelah sholat dhuha ia tak langsung pergi keluar rumah, melainkan membaringkan tubuhnya dan membiarkan pikirannya menerawang. Siapa tahu dapat gagasan baru.

Selagi menerawang dalam lamunan, telepon rumah tiba-tiba berdering. Tanpa di sangka sebelumnya, teman lama yang nyaris terlupakan menghubunginya. Temannya itu ingin menjual mesin cetaknya karena usahanya bangkrut. Ia tertawa karena keadaan dirinya sendiri dalam kondisi sulit, di PHK dari pekerjaan. Uang dari mana untuk membeli mesin tersebut.

Tapi selang sehari itu, seorang sahabat lainnya yang pernah duduk sebangku SMA dulu, datang ke rumah. Temannya ini membawah angin baik. Orang ini mempunyai banyak uang karena baru saja mendapatkan warisan. Ia tak tahu harus diapakan uang ini.

“Aku punya modal. Kau bisa memanfaatkannya dengan cara bagi hasil. Bagaimana?” kata tamunya.
Meskipun ia nganggur, tawaran dari temannya itu tak serta merta diterima begitu saja. Ia meminta waktu untuk berpikir satu dua hari.

Dalam waktu dua hari, akhirnya ia menemukan jalan keluar. Ia menerima tawaran temannya untuk membeli mesin cetak dan kertas.

Rupanya tuhan mulai membuka jalan keluar baginya. Hatinya tercerahkan sehingga ide-ide cemerlang mengalir begitu saja. Setiap hari ketika matahari sepenggala, ia berdiri ‘duduk’ bersama pemilik rezeki. Melalui shalatnya, ia seolah-olah bertanya, “Wahai Allah, usaha apakah yang bisa mendapatkan rezeki barokah?”.

Tuhan maha mendengar. Hatinya lalu didorong-Nya untuk menghubungi teman-teman lamanya, para agen buku. Barang kali berkat keajaiban shalat dhuha, jalan yang ditempuh begitu mudah. Sepertinya, kunci rezeki telah berada ditangannya.

Bahkan tak disangka-sangka, ia bertemu seseorang dari perkenalannya, ternyata seseorang itu adalah penulis terkenal. Yang menggembirakan, menawarkan naskah untuk diterbitkan.

Ia mulai mencetak buku dan dijual melalui agen-egen. Semenjak saat itulah ia menjadi pengusaha yang berhasil. Sekarang, penerbitanya telah menjadi raksasa dan memilki anak cabang di seluruh indonesia. [kl]

HABIS

  Artikel Terkait

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

you're currently offline