Kemuliaan Ibadah haji (2-Habis)

0 1.294

haji mekkahPelaksanaan ibadah haji dan umrah berpengaruh pada pendekatan diri kepada Allah Swt. Dengan berbagai ibadah yang tidak bisa dilakukan kecuali ditempat tersebut seperti tawaf, karena tawaf adalah ibadah yang Allah jadikan sebagai keistimewaan Ka’bah.

Apabila dia telah tiba di Ka’bah , lalu melaksanakan tawaf dan mendekatkan dirinya kepada Allah dengan ibadah yang apabila tidak sampai di Ka’bah maka tidak akan bisa mendekatkan dirinya kepada Allah dengan ibadah tersebut, karena ia tidak bisa dilakukan kecuali berada di sekeliling Ka’bah.

Pengaruh lain dari ibadah haji dan umrah adalah seseorang yang berihram ketika melepaskan pakaiannya dan memakai selendang, maka orang kaya dan miskin menjadi sama. Dengan pakaian ini dia teringat akan kain kafan yang dipakaikan kepadanya kelak.

Dengan begitu, dia bersiap-siap menghadapi kematian dan melakukan amal soleh sebagai sebaik-baik bekal. Sebagaimana firman Allah, “ Bawalah bekal, karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa,” (QS Al-Baqarah [2]:197).

Pengaruh positifnya, perkumpulan orang yang sedang melaksanakan ibadah haji di Arafah, akan mengingatkan mereka pada perkumpulan manusia di Hari Kiamat. Hal itu dapat mendorong persiapan menghadapi hari itu dengan amalan soleh.

Dalam ibadah haji, seluruh kaum muslimin dari barat dn timur saling bertemu, berkenalan, memberi nasihat, dn mengetahui kondisi satu sama lain. Mereka dapat saling merasakan kebahagiaan, kesakitan, membantu dalam melakukan kebaikan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Secara bersama-sama. [Sumber : Jangan Berputus Asa Dari Rahmat Allah/Ahmad Abduh ‘Iwadh/Salamadani/2012]

HABIS

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

you're currently offline