in

Kenapa Harus Ada “I Hate Monday?”

 

muslimah sedihAkhir pekan akan segera berakhir beberapa jam lagi. Nah, pernahkah Anda merasa bahwa hari Senin begitu melelahkan dan mengungkapkannya dalam teriakan “I Hate Monday”?

Mungkin Anda bukan satu-satunya orang yang merasakan hal tersebut. Tapi tahukah Anda bagaimana istilah “I Hate Monday” ini bermula?

Penyakit hari Senin atau Monday Disease dulu umumnya menimpa para pekerja penyortir wol (bulu domba). Para pekerja ini ternyata telah mengidap alergi terhadap bulu domba, dan setiap kembali bekerja setelah hari libur yakni pada hari Senin, kebanyakan dari mereka akan mendapatkan serangan asma. Kondisi ini menjadi tekanan tersendiri yang dihadapi oleh para pekerja sehingga muncul perasaan benci terhadap hari Senin.

Pada masa kini, penyakit hari senin seperti dikutip dari salah satu sumber istimewa masih banyak ditemui di kalangan pekerja. Sebuah studi menyebutkan jika gejala stres banyak muncul di kalangan pekerja kantoran pada hari Senin sekitar pukul 08.00-09.00. Yang lebih mengkhawatirkan sekitar jam tersebut serangan jantung di kantor atau di tempat kerja pun mengalami peningkatan.

Namun tentu saja jenis stressor yang dialami tidak lagi sama dengan pekerja wol pada jaman dulu, kini beberapa faktornya bisa disebabkan oleh tidak ada kepuasan dalam bekerja, merasa tidak berbahagia, atau merasa bekerja sebagai beban. Perasaan negatif semacam ini memicu berbagai rasa tertekan, frustasi, konflik dan rasa krisis dalam diri yang memicu munculnya serangan jantung spesifik pada hari Senin. []

What do you think?

Written by

Writer di Rumah Keluarga Indonesia

Problematika Jima Perempuan

Belajarlah dari Sepuluh Orang Ini (1)