Kenapa Kau Tidak Menulis Apapun di Kertas Itu?

0

 

 

, Kenapa Kau Tidak Menulis Apapun di Kertas Itu?Sepasang suami istri sedang makan malam bersama di rumah. Mereka adalah pengantin yang baru menikah dua bulan. Di tengah makan malam mereka, sang istri membuka pembicaraan..

“Suamiku sayang, bolehkah aku melakukan usul?” ujar istrnya.

Suaminya tersenyum, “Silahkan.”

“Aku ingin kita menulis kekurangan kita masing-asing di kertas kosong, agar kita bisa saling intropeksi diri. Tapi janji, tidak ada yang boleh tersingung. bagaimana sayang?” Tanya si istri lagi.

“Baik istriku, insya Allah,” sahut suaminya ambil tersenyum manis.

Sang istri kemudian pergi mengambil 2 lembar kertas kosong dan pulpen.

Lima belas menit kemudian…

“Sayang, aku sudah selesai menulisnya. Apakah engkau juga sudah selesai?”

“Ya , aku juga sudah selesai,” jawab suaminya.

“Baiklah, sekarang tukar kertas kita masing-masing. Jangan ada yang dibuka dulu. Nanti dibaca secara terpisah setelah aku bereskan makan malam ini!”

“Ya, sayang!”

Si istri mulai membereskan makan malam dan suami lantas pergi ke kamar tidur. Beberapa saat kemudian istri mengirim SMS kepada  sang suami.

“Suamiku, sekarang aku sudah selesai. Silahkan buka kertasnya dan baca tulisannya di kamar. Aku akan membacanya di dapur.”

Sang suami langsung membuka kertas dan membacanya. Setiap membaca tulisan mengenai kekurangannya, air matanya tidak bisa dibendung, mengalir di setiap sudut matanya. Karena ternyata begitu banyak kekurangan pada dirinya. Sementara itu, di dapur sang istri juga membuka kertas.

Tak lama kemudian sang istri menghampiri suami ke kamar.

“Bagaimana suamiku, engkau telah membacanya?”

Suaminya mendongak, memandang istrinya. “Sudah istriku, maafkan aku yang tidak bisa sempurna mendampingimu. Maafkan aku,” air matanya deras mengalir.

“Ya suamiku, tapi mengapa engkau tidak menulis apapun di kertas itu? Padahal aku telah menulis semua kekuranganmu…”

Suami menghela nafas dan memandang teduh pada istrinya. Kemudian ia berujar, “Wahai istriku tercinta, tahukah engkau? Aku mencintaimu apa adanya, sehingga aku melihat kekuranganmu adalah kelebihanmu dan aku tahu Allah menciptakan setiap manusia dengan berbagai kekurangannya. Untuk itu aku sebagai suamimu akan menjadi pelengkap untuk menutupi kekurangan istriku. Aku mencintaimu karena Allah wahai istriku…” sambil menangis dan berbisik lirih di telinga sang istri.

Sang istri pun tak sanggup menahan tangis mendengar ucapan dari sang suami yang begitu mencintainya. []

Artikel Terkait
Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.