Kenapa Kita Harus Mengendalikan Amarah?

0
, Kenapa Kita Harus Mengendalikan Amarah?
Foto: Hanya ilustrasi

Diriwayatkan dari Umar bin Khattab ra. bahwasanya seorang laki-laki berkata kepadanya, “Sesungguhnya Anda tidak bersikap adil dan tidak banyak memberi.” Umar pun berubah sikapnya, ini terlihat dari wajahnya. Maka salah seorang dari yang hadir berkata kepada Umar, “Wahai Amirul Mukminin, tidaklah engkau pernah mendengar firman Allah: ‘Jadilah engaku pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh,’” Umar pun menjawab, “Kamu benar, ibarat api lalu padam mendengar ayat tersebut.”

Subhanallah… Apa yang kita biasa lakukan ketika tengah ditimpa amarah, mungkinkah kita seperti Umar ra. yang langsung luntur amarahnya ketika dibacakan ayat-ayat Allah SWT? Semoga demikian, karena amarah merupakan perasaan yang harus dikendalikan.

Ketika seorang tengah marah, maka pikirannya tidak berfungsi dan ia kekhilangan kemampuannya untuk bersikap dengan benar. Ketika marah sedang terjadi dua hormon adrenaliln yang berpengaruh terhadap hati dan menyebabkan hati mengeluarkan gula dalam jumlah lebih besar sehingga mengakibatkan bertambahnya kekuatan tubuh manusia.

Inilah yang membuat manusia memiliki kekuatan lebih untuk mempertahankan diri dan membuat manusia lebih sigap untuk melakukan agresi terhadap orang yang memancing kemarahannya. Oleh karena itu mengontrol amarah sangat bermanfaat ditinjau dari berbagai aspek.

1. Seorang yang menahan amarah akan mampu menjaga kemampuannya untuk berpikir dengan benar dan membuat keputusan secara tepat. Sehingga ia pun tidak terjerumus kepada perbuatan yang membuat sesal di kemudian hari.

2. Seorang bisa menjaga keseimbangan tubuhnya. Ia pun tidak merasa tegang disebabkan oleh bertambahnya kekuatan yang memicu bertambahnya gula dalam hati. Dengan demikian seorang bisa terjaga dari tindakan anarkis dan menyakiti musuh.

3. Mengendalikan amarah tidak menyakiti orang lain baik fisik maupun lisan, terus mendorong untuk interosfeksi diri dan melakukan mereka dengan baik. Hal ini akan membina ukuwah terhadap diri kita dan orang lain.

4. Mengeontrol emosi juga bermanfaat bagi kesehatan karena menjaga kita dari penyakit fisik yang iasanya muncul dari emosi yang meluap-luap.

Maka jelaslah hikmah yang di dapat dari mengontrol emosi. Selain itu Allah SWT juga menjanjika pahal yang besar bagi kita yang mengendalikan amarahnya.

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa. Yaitu orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik diwaktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.”  (Ali Imran: 133-134)

[Sumber: Psikologi Qur’ani/Karya: Prof. Dr. M. Utsman Najati/Penerbit Aulia Press Solo]

Artikel Terkait
Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.