Keperawanan, Pentingkah dalam Islam?

0

, Keperawanan, Pentingkah dalam Islam?“Hendaklah kalian menikah dengan gadis, karena sesungguhnya mereka lebih sedap mulutnya, dan lebih banyak anaknya, lebih hangat pelukannya dan lebih ridho dengan sedikit pekerjaan.” (HR. Abu Na‘im).

Hadis di atas bukan bukan hukum “Wajibnya” menikahi seorang perawan. Tetapi sebuah keutamaan untuk menikahi wanita yang masih gadis/bujang. Jika ada seorang janda yang mempunyai akhlak bagus dan gadis dengan akhlak bagus maka pilihan yang afdhol adalah gadis yang beraklak bagus.

Anjuran Nabi Muhammad untuk lebih memprioritaskan menikahi gadis perawan meski tidak melarang untuk menikahi janda, bisa diartikan sebagai upaya ajaran Islam lebih melindungi kaum wanita dari perbuatan zina. Maka, jelaslah bahwa dalam Islam, pemilihan faktor kecantikan seorang perempuan juga bisa diartikan lahir dan batin termasuk faktor keperawanannya.

Namun yang perlu diketahui, pada dasarnya, keperawanan dengan keutuhan selaput dara memang tidak harus selalu berkaitan. Ketidak utuhan tersebut tidak hanya dikarenakan hubungan badan saja, tetapi bisa dikarenakan kecelakanaan, terjatuh, gerak fisik yang berlebihan seperti olah raga, berkuda, bersepeda dan sebagainya.

Keperawanan merupakan hal yang sangat penting bagi perempuan karena disitulah letak kesucian akhlak dan kesempurnaan iman. Namun demikian, mari lihatlah bagaimana kenyataan hari ini di mana tidak sedikit perempuan yang menggumbar auratnya yang berharga. Pakaian yang semestinya dipakai anak usia lima tahun semakin digandrungi oleh gadis remaja dan lucunya ibu-ibu pun beramai-ramai menegenakan hal serupa. Bahkan yang paling mengkhawatirkan, tidak sedikit para wanita menyerahkan kepada laki-laki yang bukan suaminya.

Mereka tidak akan lagi merasa malu ketika selaput daranya sudah terkoyak sebelum waktunya. Apalagi saat ini telah beredar selaput dara palsu, tentunya mereka akan dengan mudah mengganti dan mengelabui siapapun. Apalagi dengan obat pencegah kehamilan yang kian marak dimasyarakat, tak pelak lagi akan memepermudah jalan menuju kemaksiatan.

Perempuan adalah makhluk istimewa. Allah SWT telah menciptakan wanita dengan selaput dara yang dimilikinya tidaklah bernilai cuma-cuma dan percuma. Keberadaanya adalah bukti keseriusan wanita dalam menjaga dan memelihara kesucian iman dan kegadisan. Organ itu juga menjadi saksi bahwa dirinya tidak pernah melakukan hubungan seksual sebelum menikah sebagaimana telah menjadi hukum Allah.

Namun ketika hal itu terkoyak sebelum waktunya (kecuali alasan pemerkosaan, atau kecelakaan) patut kita pertanyakan dimana rasa malu yang merupakan cerminan perempuan. Di manakah keimanan yang akan membuat akhlaknya semakin menawan dan dimanakah harga dirinya sebagai manusia yang diistimewakan. Maka wajarlah jika terdapat perempuan yang tidak menjaga harga diri dan keperawanannya dianggap tidak punya iman. Jadi, masih mengangga keperawanan tidak penting? [Sumber: Fimadani]

Artikel Terkait
Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.