Ketika Kesucian Terenggut

, Ketika  Kesucian TerenggutSeorang wanita memiliki kesucian yang harus dijaga. Karena jika tidak, maka hancurlah ia. Ibarat seperti gelas kaca, jika gelas itu pecah maka gelas itu tidak akan bisa dipakai lagi. Dan kalaupun gelas itu dilem, maka bekasnya akan tetap terlihat. Itulah wanita.

Apa lagi yang akan dibanggakan seorang wanita ketika merelakan kesuciannya direnggut oleh lelaki yang belum menjadi suaminya tas nama cinta?

Apa lagi yang akan dihadiahkan seorang wanita ketika kesuciannya direnggut oleh lelaki yang belum menjadi suaminya pada malam pertama pernikahannya?

Apakah merasa bangga karena telah mendapatkan cinta seorang lelaki yang telah berani menodai dan merampas kesuciannnya?

Padahal tidak ada jaminan bahwa lelaki itu akan menjadi suaminya nanti.

Lalu apa yang akan terjadi jika sewaktu-waktu dia pergi meninggalkanmu dan berpaling kepada yang lain?

Tak ada yang bisa dilakukannya selain menangis dan terus menangis menyesali dirinya.

Menyesali apa yang telah dilakukannya.
Apakah dengan tangisan dan penyesalan akan mengembalikan semuanya?

Apakah dengan tangisan dan penyesalan akan mengembalikan kesuciannya?

Tangisan dan penyesalan tak akan mengubah apapun.
Tangisan itu akan terus menghantui sepanjang hidupmu.
Penyesalan itu akan terus terngiang-ngiang sepanjang hidupmu.
Sebelum hal itu terjadi menimpa kita.
Belajarlah mawas diri.
Belajarlah menjaga diri.
Belajarlah membentengi diri dengan iman.
Teguhkan dalam hati.
Bahwa hanya suamimu kelak yang berhak mendapatkan kesucian dan kehormatanmu.

Dan yang terpenting, hindari pacaran sebelum menikah, karena pacaran salah satu jalan dimana wanita sering mengorbankan harga dirinya karena dibutakan oleh cinta dan termakan rayuan lelaki yang tidak bertanggung jawab. [mb]

Artikel Terkait
Anda mungkin juga berminat

Ruangan komen telah ditutup.