in

Krisis Paruh Baya? No! (1)

muslimah wanita

Krisis paruh baya adalah masa titik balik yang sangat penuh dengan risiko bagi seorang wanita. Pada masa itu ada kemungkinan seseorang untuk terus maju berprestasi dalam kehidupannya atau kemungkinan terjadi kemerosotan dalam karir dan hancurnya pernikahannya.

Pada usia paruh baya, seorang wanita mangalami transisi dalam kehidupannya dan mendapat tekanan yang bertubi-tubi dari pekerjaannya, keluarganya, masyarakat dan dari dalam dirinya sendiri.

Bagaimana seorang wanita meresponi terhadap tekanan-tekanan tersebut yang menentukan apakah ia akan mengalami krisis ataukah tidak didalam kehidupannya?

Ada beberapa gejala yang dapat muncul pada pribadi yang memasuki usia paruh baya (40-60 tahun), yaitu antara lain;

– Merasa resah dan gelisah terhadap karya atau pekerjaan mereka
– Merasa tidak puas dengan kehidupan yang ada
– Mudah tersinggung dan marah
– Merasa tidak muda lagi, cepat lelah
– Memperlihatkan gejala-gejala murung / depresi
– Merasa kesepian

– Muncul rasa takut menjadi tua (tiba-tiba rajin olahraga, ke salon, dll)
– Tiba-tiba merasa prihatin (pikirannya dibebani) dengan orang tuanya yang lansia
– Mudah mengasihani diri sendiri
– Gairah seks terhadap pasangannya menurun
– Menginginkan hubungan yang baru, menarik dan intim
– Ingin mencari sesuatu pengalaman yang baru/menarik
– Kehilangan identitas dan percaya diri
– Mempertanyakan kembali keputusan2 penting yang pernah diambil selama ini (pekerjaan, pernikahan, dll)
– Bingung dengan masa depan
– Mencari kehidupan yang lebih bermakna.

BERSAMBUNG

What do you think?

Written by

Writer di Rumah Keluarga Indonesia

Di Balik Kecilnya Nyamuk

Krisis Paruh Baya? No! (2)