Malam Terakhir di Perth

0

, Malam Terakhir di Perth

Oleh: Vienna Alifa

Ini adalah malam terakhir saya di Perth, sebelum memasuki babak kehidupan baru di tanah air esok malam.

Telah begitu banyak kenangan manis yang saya simpan baik-baik di hati tentang perjalanan waktu di kota kecil, tenang dan sunyi ini. Alhamdulillaah, jika dirunut ke belakang, hampir semuanya berkisar seputar jalinan persaudaraan iman dalam berbagai warna dan rasa. Kebahagiaan yang tumbuh karena satu bangsa, satu kondisi dan satu keyakinan dalam berbagai momen itulah yang barangkali mampu mengecilkan segala kesulitan yang muncul dalam lintasan hidup saya.

Terutama ketika kesukaran itu tampak mengkristal di ujung waktu. Maka atas kehendak-Nya buah ukhuwwah itu kembali menjelma. Di mana Ia turunkan pertolongan lewat tangan-tangan hamba-Nya yang berlumur perhatian dan kasih sayang.

Betapapun saya yakin mereka yang mencurahkan bantuan itu tak lain karena ingin mendapatkan kemudahan dari Allah di kemudian hari, sebagaimana janji rasul-Nya : “Barang siapa yang melepaskan satu kesusahan seorang mukmin, pasti Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan pada hari kiamat. Barang siapa yang menjadikan mudah urusan orang lain, pasti Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat…”

Namun saya pun tak ingin menjadi pribadi yang tak bersyukur pada-Nya karena Nabi saw telah berpesan : “Barangsiapa yang tidak berterima kasih kepada manusia, dia tidak bersyukur kepada Allah…”

Karenanya, sungguhpun saya tak kan mampu membalas setiap kebaikan saudara-saudara seiman maupun sebangsa yang terhulur sampai detik-detik kepulangan saya ke Indonesia, tapi saya akan selalu berharap pada Allah swt agar semuanya dibalas dengan kebaikan yang lebih banyak dan lebih berkah.

Semoga itu bisa menjadi ungkapan terimakasih yang sedalam-dalamnya yang saya persembahkan bagi para sahabat tercinta di Perth.

Mohon maafkan pula segala khilaf yang tercipta, setiap janji yang belum tertunai, pun segenap ketidaknyamanan yang pernah saya dan keluarga ciptakan saat kita berinteraksi.

Do’akan smoga kami dapat kembali lagi ke kota yang sudah menjadi seperti kampung halaman kedua di hati saya.

Selamat tinggal, Perth. Kami sekeluarga akan selalu merindukanmu dari segala penjurunya beserta seluruh komunitas manusia-manusia shalih/shalihah di mana kami pernah membina iman, menempa amal dan menimba ilmu bersama mereka di dalamnya.

وَقُل رَّبِّ أَدْخِلْنِي مُدْخَلَ صِدْقٍ وَأَخْرِجْنِي مُخْرَجَ صِدْقٍ وَاجْعَل لِّي مِن لَّدُنكَ سُلْطَانًا نَّصِيرًا

“Ya Tuhan-ku, masukkanlah aku secara masuk yang benar dan keluarkanlah (pula) aku secara keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong.” | Qs. 17:80. []

 Artikel Terkait
Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.