Manusia Ada 4 Jenis, Pilih Mana?

, Manusia Ada 4 Jenis, Pilih Mana?Manusia diciptakan untuk beribadah kepada Allah SWT. Dan di dunia ini, ada manusia yang miskin dan kaya, ada manusia berilmu dan tidak. Nah, seharusnya apapun yang dimiliki oleh kita itu digunakan untuk mencari ridha Allah, yakni untuk beribadah. Beribadah ini diperlukan ilmu agama. Agar ibadahnya tidak asal-asalan. Berbicara tentang manusia, sebenarnya di dunia ini ada empat jenis manusia. Tahukah Anda apa saja jenis manusia tersebut?

Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam menjelaskan, ”Perumpamaan umat ini bagaikan empat orang. Orang pertama: adalah seorang yang dikaruniai Allah harta dan ilmu. Dengan ilmunya ia mengatur harta sehingga bisa mengalokasikannya dengan benar. Orang kedua: adalah seorang yang dikaruniai Allah ilmu, namun tidak dikaruniai harta. Dia berkata, ‘Andaikan aku memiliki harta seperti fulan (orang pertama), niscaya akan kugunakan seperti apa yang dilakukannya’.

Rasulullah shallallahu ’alaihiwasallam bersabda, ‘Pahala dua orang tersebut sama’. Orang ketiga: adalah seorang yang dikaruniai Allah harta namun tidak dikaruniai ilmu. Dia bertindak asal-asalan dalam hartanya, menghamburkannya tanpa aturan. Orang keempat: seorang yang tidak dikaruniai Allah harta maupun ilmu. Ia berujar, ‘Andaikan aku memiliki harta seperti fulan (orang ketiga); niscaya akan kugunakan seperti apa yang dilakukannya’. Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam berkomentar, ‘Dosa keduanya sama,’” (HR. Ahmad dari Abu Kabsyah al-Anmâry radhi
yallahu ’anhu dan dinyatakan sahih oleh al-Albany).

Dalam hadits di atas, Nabiyullah shallallahu’alaihi wasallam menerangkan pada kita bagaimana efek dari ilmu agama terhadap sikap seseorang kepada hartanya.

Orang kaya yang berilmu, berkat bekal ilmu yang dimilikinya, ia bisa memanfaatkan hartanya untuk mengantarkan ke surga. Ini adalah orang pertama. Adapun orang yang miskin harta namun memiliki ilmu agama, diapun juga bisa memanfaatkan ilmu tersebut sebagai kendaraan untuk masuk surga. Sebab ia berpeluang meraih pahala yang sama dengan orang pertama, berkat niat baik yang ada dalam hatinya. Inilah orang kedua.

Adapun orang ketiga, adalah golongan yang malang, walaupun kelihatannya ia hidup sejahtera. Sebab ia gagal menjadikan hartanya sebagai tunggangan menuju surga. Ia serampangan dalam mengalokasikan hartanya, karena keminiman ilmu agamanya.
Yang paling naas nasibnya adalah orang keempat. Sudah miskin harta, miskin ilmu agama pula. Di dunianya ia hidup dalam kesusahan, dan kelak di akhiratnya ia sengsara masuk ke dalam neraka.

Nah, memilih manakah Anda? Yang penting, jangan sampai memilih menjadi orang ketiga, apalagi keempat. Minimal jadilah orang kedua. Syukur-syukur Anda bisa menjadi orang pertama. [mo]

Artikel Terkait
Anda mungkin juga berminat

Ruangan komen telah ditutup.