Mari Berpuasa dengan Benar Tahun Ini

0

 

, Mari Berpuasa dengan Benar Tahun IniRamadhan sudah hampir akan selesai. Inilah saatnya kaum muslimin sedunia diingatkan secara khusus oleh Allah swt. untuk membersihkan diri, tadzkiyatunnufus. Berlatih mengencangkan kembali rem nafsu yang mungkin kendor di sebelas bulan sebelumnya. Sebagai imbalan, Allah swt. memberikan rahmat, ampunan, dan bebas dari api neraka kepada muslim yang bersungguh-sungguh, ihtisaban, dalam berpuasa.

Selain itu, salah satu hikmah berpuasa yang perlu untuk diungkap adalah didikan Robbaniyah kepada orang-orang berpunya untuk berempati dengan di papa. Merasakan bagaimana resahnya lapar dan tidak enaknya badan saat kurang asupan pangan. Dengan empati itu tumbuh rasa belas kasih dengan kalangan wong cilik dan mau berbuat untuk memberdayakan mereka.

Karena itu, sungguh bulan Ramadhan adalah rahmat bagi bangsa Indonesia jika saja para pemimpin dan elite politiknya mau beribadah puasa dengan benar dan sebaik-baiknya. Maklum, selama ini pola hubungan pemimpin dengan rakyat, pola hubungan elite politik dengan pendukungnya, bukan dalam bentuk melayani dan dilayani. Tapi, lebih cenderung pada eksploitasi.

Karena itu, kita berharap di bulan Ramadhan kali ini para pemimpin bangsa ini mau berpuasa dengan benar dan sebaik-baiknya. Dengan begitu mereka punya kepekaan sebagaimana pekanya Khalifah Umar bin Khattab mendengar tangis seorang anak yang tak bisa tidur malam karena belum makan. Bahkan, Umar memanggul sendiri karung berisi gandum ke rumah anak itu. Ya, sendiri! Mungkin terlalu muluk berharap drama ini diimitasi pemimpin kita. Tapi, harapan mendapat pemimpin yang mau melayani rakyat haruslah tak boleh pupus dari hati kita.

Kita juga berharap para elite politik mau berpuasa dengan benar dan sebaik-baiknya berpuasa. Agar mereka punya rem atas syahwat kekuasaan yang menyelimuti benak dan hati mereka. Dengan begitu perilaku intrik dan menghalalkan segala macam cara asal tujuannya tercapai bisa terkikis habis. Begitu juga sifat menjilat yang memang bukan sifat terpuji, akan ditinggalkan.

Kita juga berharap para pejabat yang mengurusi negara ini mau berpuasa dengan benar dan sebaik-baiknya. Sebab, hanya dengan begitu syahwat menumpuk kekayaan bisa dibendung. Sungguh kita malu punya pemimpin yang jelas-jelas membuat keputusan diakhir jabatan hanya untuk memperbesar pensiun dirinya sendiri. Semoga hal ini tidak ditiru oleh para pejabat di tingkat bawahnya.

Kita juga berharap para politisi mau berpuasa dengan benar dan sebaik-baiknya berpuasa. Ini baik untuk menekan libido balas dendam yang bergejolak akibat kalah dalam percaturan politik. Dengan begitu, mudah-mudahan Indonesia diberkahi rezeki dari langit dan dari bumi karena bangsa ini mau bertakwa kepada Allah swt.

Semoga ini bukan khayalan. Amin. []

 Artikel Terkait

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

you're currently offline