Memaafkan Tapi Tidak Lengkap (1)

 

, Memaafkan Tapi Tidak Lengkap (1)“Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan.” (Ali ‘Imran : 133-134)

Ayat di atas menyatakan bahwa orang yang bertakwa adalah

  1. orang yang senantiasa menafkahkan hartanya di jalan Allah baik dalam keadaan lapang maupun sempit
  2. orang yang menahan amarahnya
  3. orang yang memaafkan kesalahan orang lain.

Ada kisah menarik yang terjadi pada seorang bernama Maimun bin Mahran. Ia mempunyai budak yang saleh. Saat budak tersebut menghidangkan makanan, tiba-tiba kakinya tergelincir dan kuah makanan yang ia hidangkan tertuang ke badan Maimun. Jelas saja Maimun langsung marah. Pada saat akan memukulnya, budak tersebut berkata, “Tuan, laksanakan ajaran Allah wal kaazhiminal ghaizha (Al-Qur’an surah Ali ‘Imran ayat 134), dan mereka yang menahan marahnya.”

Maimun berkata, “Baiklah.” Maka budak itu berkata, “Dan kerjakan kelanjutannya wal-‘aafiina aninnaas, dan yang memaafkan orang.” Maimun berkata, “Engkau kumaafkan.” Budak itu berkata lagi, “Kerjakan kelanjutannya, wallaahu yuhibbul muhsiniin, dan Allah mengasihi orang yang berbuat baik.” Maka Maimun berkata, “Aku akan berbuat baik kepadamu. Engkau mulai saat ini merdeka, karena Allah.”

BERSAMBUNG

Artikel Terkait
Anda mungkin juga berminat

Ruangan komen telah ditutup.