Biaya Mahal untuk Sekolah Anak itu Termasuk Pemborosan?

0

Kini banyak orangtua yang rela membayar mahal demi pendidikan putra-putri mereka. Ketika anak masuk jenjang sekolah TK atau SD saja mencapai 7 juta sampai belasan juta Rupiah, belum lagi jenjang pendidikan yang lebih tinggi, bisa mencapai puluhan juta Rupiah.

Lalu, apakah biaya mahal untuk pendidikan anak ini bisa dikategorikan sebagai sebuah pemborosan? Karena sebenarnya ada alternatif sekolah lain yang biayanya lebih murah.

Tentu saja jawabannya sangat tergantung pada beberapa hal; tujuan orangtua menyekolahkan anak di tempat bergengsi, kondisi finansial orangtua, dan juga manfaat yang diperoleh.

Jika tujuan orangtua membayar mahal pendidikan anak hanyalah demi gengsi dan pamor semata, agar dianggap mampu menyekolahkan anak di tempat bergengsi, tentu saja biaya mahal tersebut bisa terhitung sia-sia alias mubazir.

Namun jika orangtua membayar mahal dengan tujuan memberikan anak pendidikan terbaik, lingkungan positif, pengajar dan sistem yang berkualitas, maka in syaa Allah hal ini tak dikategorikan sebagai pemborosan.

Kriteria kedua yakni kondisi finansial orangtua. Jika masuk dalam kategori keluarga tak mampu namun memaksakan diri menyekolahkan anak dengan biaya besar meski harus berutang sana-sini, sungguh tak semestinya orangtua melakukan hal yang dapat menyusahkan diri sendiri seperti itu. Akan tetapi jika memang kondisi finansial keluarga amat bagus, tentu tak jadi masalah jika ingin memberi pendidikan terbaik untuk anak.

Terakhir, manfaat yang diperoleh dari sekolah atau lembaga pendidikan tersebut apakah sepadan dengan biaya mahal yang dikeluarkan? Jika tak sepadan, kualitas yang ditawarkan standar saja, tentunya biaya mahal yang dikeluarkan masuk kriteria pemborosan.

Bunda mari kenalilah potensi keluarga dan jeli membedakan antara keinginan dengan kebutuhan. Mungkin kita ingin menyekolahkan anak di tempat bergengsi dan berkelas, namun jika ternyata anak tak butuh karena ia sudah mampu belajar dengan baik di sekolah negeri saja. Tidak perlulah kita memaksakan yang justru mengalihkan  anggaran lainnya.

 

  Artikel Terkait

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

you're currently offline